Selamat tinggal Ubuntu

setelah beberapa bulan bersahabat dengan si pinguin akhirnya kami berpisah

ya mungkin kata kata itulah yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku setelah akhirnya putus karena adanya ketidakcocokan dan adanya pihak ketiga yang membuat hubungan kami akhirnya berakhir

 

retaknya hubungan antara kami sebenarnya sudah mulai terasa sejak beberapa minggu yang lalu. dapahal di awal awal aku install ubuntu aku banyak mempromosikan dan banyak merekomendasikannya ke semua teman temanku. salah satu  penyebab kuat runtuhnya adalah karena adanya seller ini yang sangat menggodaku untuk membeli barang dagangannya.

dan akhirnya satu minggu kemudian tepat pada tanggal 30 November  dengan pemikiran yang sudah matang aku memutuskan untuk membeli lisensi sistem operasi terbaru dari windows itu. awalnya aku ragu juga dengan lisensi semurah itu dan mas masnya sepakat kalau masnya duluan yang kirim lisensinya trus kalau udah di konfirmasi microsoft baru aku bayar. dan ternyata benar lisensi itu asli dari microsoft dan belum pernah dipakai sebelumnya. dan saat itu juga aku transfer pembayaran yang sudah disepakati sebelumnya.

dan di Ubuntu pun kutinggalkan. alasannya aku tidak menggunakan ubuntu lagi sebenarnya bukan karena ubuntu jelek atau gimana. tapi software pendukung ubuntu kalah jauh dibandingkan dengan aplikasi dari windows.

dan pada akhirnya kemaren 1 Desember aku resmi memformat laptopku dan menghilangkan ubuntu (mungkin) untuk selamanya.

 

aku juga mau turut ngucapin terimakasih untuk ubuntu dengan OS opensourcenya dan untuk linux yang merupakan nenek moyang dari ubuntu. sebuah pengalaman yang sangat berharga bisa menggunakan jasamu.

Comments