MB3 - Sedihnya menjadi pangeran

setelah sebelumnya bikin rubrik #Recommended yang khusus untuk merekomendasikan apapun yang (menurutku) bermanfaat di bulan yang penuh kedamaian ini aku kembali melaunching sebuah rubrik baru yang dinamakan MB3 yang merupakan kepanjangan dari "Mari Belajar Bahasa Banjar". sesuai namanya, aku akan memperkenalkan bahasa daerah yang menurutku cukup unik. bahasa banjar. selain itu pilihanku memilih bahasa banjar karena aku sendiri memang berasal dari suku Jawa-Banjar. semacam promosi bahasa daerah sendiri gitu. cuman karena aku sama sekali nggak bisa bahasa jawa, jadi aku memutuskan untuk memakai bahasa yang sudah akrab bagi warga Samarinda. ya sebenarnya aku nggak terlalu fasih dengan bahasa banjar sih. tapi daripada aku pakai bahasa Lo Gue, sepertinya aku lebih pantas dengan bahasa yang suka aku campur daam kehidupan sehari hari.

disini aku bukan sebagai guru yang ngajarin gimana cara belajarnya, tapi aku cuman mentranslate kan cerpenku menjadi billingual. bahasa Indonesia & bahasa Banjar. tujuannya aku mau memperkenalkan kalau bahasa daerah itu sebenarnya memang keren. ini dia cerpen pertamaku sekaligus cerpen yang aku billingualkan.

Sedihnya menjadi pangeran

Dahulu kala pada abad ke 18 di sebuah kerajaan yang bernama kunglig fisk hiduplah seorang anak pangeran yang bernama Robert. warna kulitnya putih, tinggi tegap dan memiliki mata yang berwarna biru. Robert adalah anak tunggal dari seorang raja yang bernama Prince Gavin. kerena Robert adalah anak tunggal maka sudah dipastikan jika orang tuanya wafat nanti ialah yang akan menjadi raja.

Dahulu kala pada abad ke 18 di kerajaan yang ngarannya kungling fisk hidup anak pangeran yang ngarannya robert. robert ni anak sebijiannya dari raja nang ngarannya Prince Gavin. gara gara robert anak satu satunya jadi pastiai kalau abah sama mamanya meninggal inya nang jadi raja



di usianya yang berumur 20 tahun Robert semakin dewasa dan ayahnya sudah semakin tua. saat itu robert merasa cemas. ia tidak ingin di angkat menjadi raja. jika dia boleh memilih takdirnya Robert lebih memilih untuk menjadi warga biasa dan lebih memilih jadi nelayan. baginya, walaupun hidup sederhana robert bisa lebih bebas menentukan jalan hidupnya, bisa bebas kemana saja tanpa adanya pengawalan ketat dari prajurit istana. tapi takdir sudah berkata lain. dari kecil Robert sudah dibiasakan untuk menjadi orang  yang apa apa sudah disediakan. pakaian, makanan serta kebutuhan kebutuhan hidup lain yang sebenarnya tidak terlalu dia butuhkan sudah di siapkan oleh kerajaan kunglig fisk.

di umurnya yang masih 20,  Robert mulai naik bujang tarus abahnya jua makin tuha. kada lama Robert makin cemas. inya kada handak jadi raja. jakanya inya bulih milih takdirnya, Robert lebih pilih buat jadi urang sederhana yang biasa biasa aja. inya mendingan jadi nelayan daripada jadi raja. jarnya walaupun hidup biasa haja Robert bisa bebas nentukan inya handak jadi kayak apa. kada perlu pakai pengawalan pengawalan ketat prajurit. merepoti sama mehabisi duit aja bilangnya. mending dibelikan baras. tapi kaya apa pang lagi takdirnya udah nang kayak itu. dari halus Robert udah biasa jadi orang santai. apa apa udah tinggal sedia. nang kaya bos tu pang lagi.

bukannya senang atas semua hadiah yang diterimanya, Robert malah tidak senang akan hal ini. dia merasa jika barang berharga itu lebih baik diberikan kepada warga warga biasa yang lebih membutuhkannya. berkali kali Robert protes kepada pihak kerajaan namun hal itu selalu ditentang oleh bapaknya sendiri yang merupakan raja dari kerajaan kungling fisk. bahkan robert pernah mengatakan kalau dia sama sekali tidak ingin menjadi raja seperti ayahnya tapi apa dayanya. karena ia adalah anak tunggal dari raja maka tidak ada lagi yang bisa menggantikan posisi raja selain dia. akhirnya robert pasrah dengan nasibnya yang tidak akan pernah bisa dia ubah sendri.

tapi inya tetap ai kada senang pas semua hadiah yang dibarikan ke inya. inya merasa barang mahal itu lebih baik diberikan ke orang orang biasa yang lebih membutuhkan. padahal dari dulu ai Robert bilang ke kerajaan Kungling fisk kalau inya kada handak dapat barang barang mewah kayak gitu. inya udah jua bilang kalau inya kada pengen jadi raja kayak abahnya. tapi ya kayak apa pang lagi. soalnya inya anak sorangan si raja. jadi kedada ai yang bisa gantikan posisi abahnya selain Robert. tapi ujung ujungnya Robert pasah haja dah lawan kaktirnya nang kayak itu. kada bisa pang inya rubah lagi.

6 tahun kemudian prince Gavin wafat di usia 84 tahun. jelas Robert sangat sedih melihat orang tuanya meninggal. karena walau bagaimanapun prince Gavin merupakan orang tuanya sendiri. sekarang Robert ditinggal oleh kedua orang tuanya. kerena ibunya telah meninggal saat 2 bulan setelah robert dilahirkan. kesedihan lainnya adalah Robert terpaksa diangkat menjadi raja karena seperti yang diceritakan sebelumnya, robert sangat tidak ingin jika dirinya benar benar jadi raja. jangankan menjadi raja, menjadi bangsawanpun itu ia sebenarnya sangat terpaksa.

habis tu 6 tahun selanjutnya prince gavin meninggal di usianya yang ke 84 tahun. jelas ai Robert sedih melihati abahnya meninggal. kayak manapun prince Gavin adalah abahnya sorang. sekarang Robert tinggal sorangan aja hidup. dulu mamanya dah meninggal waktu 2 bulan habis Robert lahir. sian banar pang pinanya. kesedihan lainnya Robert terpaksa ai jadi raja. pedahal inya kada mau pang. kada usah jadi raja gin, jadi bangsawan aja inya terpaksa sebenranya

2 tahun berlalu, Robert menjalani hari harinya dengan penuh keterpaksaan. banyak keputusan keputusan anehnya yang berujung pada kemarahan rakyatnya. kungling fisk yang sekarang bukanlah kerajaan seperti 10 tahun yang lalu. sekarang kerajaan ini menjadi kerajaan yang terkesan arogan. hanya mementingkan kepentingan pribadi. sampai akhirnya kungling fisk diserang kerajaan kunglig nötkött. terjadi peperangan besar pada saat itu. prince Robert yang kurang tegas itu kewalahan dan akhirnya kalah telak dari kerajaan musuh.

2 tahun dah, Robert kada nyaman lawan hidupnya sorang, banyak banar keputusan bungulnya yang ujung ujungnya mbari muar rakyatnya. kerajaan kungling fisk yang sekarang kada sama lagi sama yang dulu, wah ini kerajaan sudah jadi kerajaan yang jelek banar, lebih mentingkan diri sorang. sampai akhirnya kerajaannya diserang kerajaan  kunglig nötkött. terjadilah perang ganal pada waktu tu. prince robert yang kada tegas itu kada kawa. kungling fisk kalah telak lawan musuhnya.

di tengah tengah ajalnya prince Robert menyesal mengapa dulu dia tidak menuruti apa yang di perintahkan pihak kerajaan. namun apa daya, penyesalan itu sudah tidak berarti karena seisi kerajaan sudah hancur dikalahkan oleh kerajaan musuh.

 di akhir hayatnya price robert nyesal jua sebujurnya. kenapa dulu inya kada nurut lawan abah sama kerajaannya. tapi kaya apa pang lagi. namanya urang nyesal itu pasti ai datang terakhiran. sekarang hancur ai kerajaan kalah lawan kerajaan musuh.

oke, terimakasih buat yang sudah baca cerpen kurang bermutu pertamaku. terimakasih juga buat kamu yang langsung skip ke paragraf ini karena ceritanya garing. tapi karena ini adalah rubrik MB3 pertamaku. dan juga cerpen pertama sekaligus perayaan pindah rumah maka aku mau bikin semacam syukuran buat kamu semua pembaca setia blogku maupun pembaca dadakan blog ini.

jadi syukurannya simple. se simple hadiahnya. jadi kamu cuman harus menemukan nilai moral yang terkandung dalam cerpen diatas, atau juga bisa memberikan kritik untuk gaya nulis cerpenku yang pertama kali ini supaya rubrik MB3 yang selanjutnya nggak garing (lagi). cara jawabnya cukup kirim jawaban kalian di kolom komentar dibawah ini. jangan pakai akun anonim ya supaya kalau kamu menang bisa dihubugin. terus karena aku masih anak SMK yang masih magang di stasiun televisi swasta di Samarinda. hadiahnya juga sederhana. yaitu 1 buah voucher pulsa senilai Rp. 10.000. yey! deadlinenya tanggal hari Minggu, 18 Agustus 2013 ya. terus pengumumannya esok harinya. okeh..

oke, mudah mudahan kalian ikut meramaikan syukuran yang sederhana dan cukup menggugah jiwa ini ya! #okesip

(UPDATE)
ini dia pemenangnya..

 selamat :)) 

Comments

  1. Inti moralnya tuh, lakukan yang ikam sukai, dan sukai yang ikam lakukan kuh ae.
    inya tuh menjadi raja setengah-setengah tapi nangkaya apa handak berhasil jadi raja, bah ae payah bujur jadi raja kada mau inya tu..

    ReplyDelete
  2. Nilai moral : jika kamu ngga cukup kuat melawan arus dan menciptakan jalan hidupmu sendiri, Jangan hanya memandang kehidupan dari bagaimana pendapat pribadimu bekerja. kamu harus rea ikut arus kehiduan jika ngga kuat melawannya. adaptasilah kuncinya.

    Gaya bahasa kalo bahasa banjarnya ane kurang paham sih bang kukuh. tapi kalo bahasa indonesianya abang kayaknya terlalu banyak menggunakan kata "nya" . Well, cuma berasa kurang nyaman aja gitu :D

    semangat bang!! :D

    ReplyDelete
  3. Jadi gitu yah, iya aja deh. Heehee...

    Kreatif juga sih bikin kayak gitu. Apa aku harus bikin juga yah, translate pake bahasa jawa gitu. Ahsudahlah...

    ReplyDelete
  4. pesan moral: manfaatkan segala apa yang bisa kita gunakan untuk memberi kebaikan bagi semua orang termasuk diri sendiri. Kalau saja Robert tidak egois dengan keinginan pribadinya, tentu dia bisa menyelatkan kerajaan dan juga rakyatnya. Kalau memang dia sangat ingin menjadi rakyat biasa yang dianggapnya akan lebih bahagia, seharusnya dia berusaha sebisa mungkin untuk membahagiakan rakyatnya dengan menjadi raja yang bijaksana.

    Maaf kepanjangan.. haha

    ReplyDelete
  5. bukannya senang atas semua hadiah yang diterimanya, Robert malah tidak senang akan hal ini. dia merasa jika barang berharga itu lebih baik diberikan kepada warga warga biasa yang lebih membutuhkannya. berkali kali Robert protes kepada pihak kerajaan namun hal itu selalu ditentang oleh bapaknya sendiri yang merupakan raja dari kerajaan kungling fisk. bahkan robert pernah mengatakan kalau dia sama sekali tidak ingin menjadi raja seperti ayahnya tapi apa dayanya.

    tingkat ambisius terhadap kekuasaannya rendah....
    ini benar luar biasa

    cocok untuk menjadi sosok pemimpin

    ReplyDelete
  6. penyesalan selalu ada di belakang, jadi berhati-hatilah membuat keputusan, selain harus tegas juga harus tepat..

    kalo gue liat si mau itu cerpen atau artikel biasa lu kuh, seudah titik (.) dalam kalimat lu itu nggak di awali hurup kapital . gue rasa itu ajah si, mungkin itu juga penting. :D

    ReplyDelete
  7. Si Robert ini mestinya bisa lebih bersyukur. Udah bagus dia lahir jadi pangeran, hidupnya serba cukup, udah terjamin masa depannya bakal kerja jadi raja. Eh, malah nggak mau nerima itu. Nggak pernah ngerasain jadi rakyat jelata sih. Biaya hidup mahal, sekolah mahal, lulus sekolah masih mesti cari kerja. Huh, dasar...

    ReplyDelete
  8. pesan moralnya yg aku dapet penyesalan itu adanya dibelakang, dan harus terima dengan takdir yg ada, tetap bersyukur apa yg udah didapet meski kita merasa tidak menginginkannya

    ReplyDelete
  9. pesan moralnya.. gue gak tau, gue gak bisa tu cari unsur ekstrinsik (in) sebuah cerita. jadi ya,, bingung sendiri. udah gitu aja.!

    ReplyDelete
  10. hidup itu penuh kesalahan dan penyesalan nah skrng giliran kita kudu bisa membuat kesalahan itu menjadi sebuah kesalahan yang indah setidaknya membuat baik :D

    ReplyDelete
  11. Pesan moralnya : syukuri apa yg km punyai, dan gunakan itu untuk mencapai sesuatu yang baik, sebelum km mnyesal krn udh mnyia2kan hal it... *okeribet

    ReplyDelete
  12. Asik nih baca cerpen kayak gini, gue suka banget^^

    Pesan moral: sebenernya robet gausah menyesal, gue pernah baca suatu kisah nabi muhammad. Ketika sang rakyat mau menjadikan dia raja. Nabi muhammad menolak dan berkata: "buat apa saya menjadi raja dan hidup mewah-mewahan, tapi kalo masih ada rakyatku yang kelaparan". Bagi gue yang dilakukan robert adalah suatu tindakan mulia, karena nggak gampang melakukan tugas seorang pemimpin :)

    ReplyDelete
  13. intinya : lakukan sesuatu menurut kata hati deh. Gak usah paksa-paksaan

    gitu..

    ReplyDelete
  14. Pesan Moral: Kadang kita gak harus memaksa menuruti apa keinginan kita, karna sesungguhnya semua yg terjadi yg di dunia ini sudah ada yg mengatur. Kita hanya tinggal menjalaninya saja. Tapi bukan berarti harus menunggu dan diam. Maksud "menjalani" adalah tetap berusaha, untuk hasilnya, serahkan kepada yg Maha Kuasa atas Segalanya. :")

    ReplyDelete
  15. memang sesuatu itu harus di pikirkan matang''. memikirkan kemauan hati sendiri atau kenginginan orangtua. tapi kalo sdah jlas si robet yg akan pasti mengganttikan posisi ayahnya, lbih baik dia ikuti printah ayahnya trlebih dahulu.
    tpi mnurut gue, pesan moralnya: memang lebih baik mngikuti kata hati sndiri, karena kita ngejalaninnya dngan snang hati, tapi kalo endingnya kalah, kita harus mikir berkali-kali. penyesalan memang ada di belakang, sedangkan yg di depan itu pendaftaran

    ReplyDelete
  16. Gue lebih seneng ngasih masukan aja buat elo kuh..

    Nama orang pake kapital, Robertnya tuh diliat lagi, terus abis titik pake kapital juga, tambahan lagi bakalan lebih nyaman dibaca kalo postingan elo dibikin rata kanan-kiri..

    Pesan moralnya, adakalanya tuntutan dari pihak lain memang menyudutkan kita, tapi bagaimanapun juga kita yang akan menjalani hidup, kita yang memutuskan tapi juga harus memprtimbangkan baik dan buruknya

    ReplyDelete
  17. Iih... Aku kan nge-reply komennya Elang, tapi komenku malah muncul di bawah sih. Sebel deh. :|

    ReplyDelete
  18. Eh, kalo di mobile keluar tombol reply-nya, tapi kalo di web ternyata nggak. Ah, sudah lah, kenapa komenku jadi nyampah gini sih?

    ReplyDelete
  19. Hahaha ini cerpennya pake bahasa banjar, aku orang banjar kalo ngebaca bahasa banjar suka ketawa2 sendiri..
    Ya gue sih sama kayak bang edotz, nama Robert ada yang gak diawali dengan kapital

    Pesan moralnya: Do what you love, love what you do
    ehehe

    ReplyDelete
  20. hahaha keren-keren. kapan-kapan buat rubrik baru lagi ya :)
    pesan moralnya : berpikir-pikirlah sebelum mengambil sebuah keputusan, supaya kelak tidak terjadi suatu penyesalan :)

    ReplyDelete
  21. wah kreatif nih, bikin cerpen terus di translate ke bahasa daerah :))
    tapi sebelumya mau nanya nih, kok Robert nya jadi mementingkan kepentingan pribadi? padahal sebelum menjadi raja ia orang yang sangat rendah hati dan peduli dengan rakyat..
    menurutku sih pesan morilnya itu : belajar menerima takdir. karena sekeras apapun kamu menolak takdir, ia akan tetap menemuimu. ketika kita sudah menerima takdir, belajarlah untuk mencintainya. sehingga apapun yang kita lakukan dengan cinta, pasti berakhir indah. udah gitu aja hehe

    ReplyDelete
  22. wahh ane udah tuh .-. perlu di koment lagi tidak #AHAY :p ...

    :p tapi lang .. ajarin aku bikin cerpen dong lang ..

    ReplyDelete
  23. semua udah nulis pesan moralnya dan semua gue setuju kuh :| ini cerita bikinan sendiri kuh? namanya keren2 gitu. nama kerajaannya apalagi

    ReplyDelete
  24. Udah pada komen pesen moral. Saya, pesen satu aja. Perbaiki KBBI dan gaya penulisannya yah, biar alurnya jelas dan mengalir. Enak dibaca sebagai cerpen. Makasih :)

    ReplyDelete
  25. Ceritanya bagus bget bang.. hhaha.. cerpen abiss.. dapet banget. Tapi setuju dgan kak lina.. kbbi sm gaya penulisannya di benerin dkit supaya okee

    ReplyDelete
  26. Wah aku gak paham bahasa banjar, taunya bahasa jawa. Udah bagus alurnya, tp ejaan/kbbi ditingkatin lg ya. Pesan moralnya bgus juga, ikuti kata hati biar merasa nyaman bersikap.

    ReplyDelete
  27. Aku baca yg cerita bebahasa banjar kayak lagi dengerin suara nenekku yg banjarnya beuhh!!!
    Pesan moral: pilihan inya udah bagus. Ngambil keputusan sendiri. Toh itu hidup hidupnya. Bukan hidupku. So whatever lah ya kerajaannya jadi berantakan. Jadi yg menyesal inya juaa. Aku mah kada bisa membantu apa-apa juga

    ReplyDelete
  28. waaahh Kukuk buat kuis asyiikk pengen ikut, deadlinenya hari ini yahh,, semoga belum telat maaf juga sebelumnya, baru sempat meninggalkan jejak karena modemku baru di isi nutrisi hehe

    Pertama yang mau aku komentari jenis tulisan Kukuh di atas setahu aku bukan cerpen semacam dongeng sih, selanjutnya mengenai penulisan khusus di paragraf ke dua kelebihan kata SUDAH deh jadi bacanya agak rancu gitu. "Ayahnya sudah semakin tua" kayaknya cukup deh dengan "Ayahnya semakin tua" begitupun dengan "Tapi takdir sudah berkata lain" Cukup dengan "Tapi takdir berkata lain. Untuk penulisannya aku baca Kukuh nulisnya belum konsisten, Nama orang musti huruf Kapital. Yang kukuh tulis Robert ada juga robert. Selain itu untuk huruf pertama di setiap paragraf juga musti di dahului dengan huruf kapital serta huruf setelah titik. Secara keseluruhan alur ceritanya menarik:)

    Nilai moral yang dapat aku tangkap adalah : penyesalan memang selalu datang belakangan, jika saja Robert mensyukuri takdirnya sebagai anak raja sekalipun dia sendiri tidak menginginkan tahta, maka meskipun dia menerima gelar raja setelah ayahnya meninggal dengan terpaksa dan tak sesuai keinginannya, dia akan berusaha untuk menjalankan amanah yang di berikan padanya dengan baik. Sayangnya Robert tidak bersyukur dan tidak menjalankan amanah itu dengan baik sehingga kerajaannya hancur.

    Pesannya bersyukurlah dan bertanggung jawablah dengan amanah yang di berikan dengan baik karena jika tidak akan berujung pada penyesalan.


    semoga aku bisa ikuti jejak Kukuh buat kuis juga hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.