MB3 - Untung kita manusia

Setelah bulan kemaren semua rubrik di blog ini di non aktifkan, akhirnya episode ke 2 Mari Belajar Bahasa Banjar terbit juga. Buat yang belum tau, ini adalah rubrik yang akan mengenalkanmu kepada bahasa Banjar. Bahasa sehari hari warga Samarinda.

Di MB3 kamu akan membaca cerpen bilingual 2 bahasa. Indonesia dan Banjar dan mudah mudahan ada pesan pesan moral di dalamnya.

Di episode kedua ini aku akan memberikan renungan kepada kita semua betapa beruntungnya kita terlahir sebagai manusia. Ya, dengan keyakinan yang kuat aku menyebut kita. Karena aku yakin tidak ada harimau atau elang yang bisa membaca (kecuali elang Indosiar). Kenapa aku bisa kefikiran se cerdas ini? iya karena ini adalah akibat pembicaraan dengan teman teman kelasku saat menunggu Ayam kentang di kantin.

oke, ini dia cerpen bilingual yang kita tunggu-tunggu dari tadi.

 Untung kita manusia

Mahmud adalah seorang yang lelaki berusia 30 tahun. Dia adalah orang kecil yang tidak rajin menabung. Sehari hari, dia mendapatkan penghasilan dari PT. Jerami Halal. Tugasnya pun hanya mencari jarum di tumpukan jerami. Setiap jarum yang dia dapatkan, Mahmud mendapatkan upah sebesar Rp. 10.000. Setiap pulang kerja Mahmud hanya terpaku meratapi nasibnya yang tak kunjung membaik.

Mahmud seorang laki beumur 30 tahun. Inya tu orang kada beduit tapi kada jua rajin menabung. Inya begawi di PT. Jerami Halal. Gawiannya cuma nyari jarum di tumpukan jerami haja. Sian aja pang Mahmud ni, kalau inya bedapat satu jarum cuma dapat duit Rp. 10.000 aja. Kalau tuntung begawi Mahmud ni haur mengomel lawan nasib sorang yang keitu itu haja.

Walaupun Mahmud orang miskin tapi dia suka menghambur hamburkan uang. Setiap Mahmud dapat gaji dia belikan barang barang mewah. Terakhir, dia membeli mesin cuci 2 pintu hanya untuk mencuci 3 baju bergambar wajah datar nan tegang pemberian dari caleg di desanya 3 tahun yang lalu. Itu semua dibelinya karena gengsi. Tapi kenyatannya harta itu memang tidak menjamin kebahagiaan. Dia tetap sedih karena dia tidak seperti anak dari ratu Inggris yang walau tidak berkerja tapi tetap kaya.

Biar Mahmud ni urang miskin tapi inya kada sayang lawan duit. Setiap dapat gaji pasti inya kalap beli barang-barang mahal. Hanyar hanyar ni inya nukar mesin cuci 2 lawang gasan betapas 3 baju gambar caleg bemuha muha tegang di desanya 3 tahun lalu. Itu semua dibelinya gara gara gengsi aja pang. Tapi namanya orang lah, harta tu kada ngejamin bahagia pang. Tetap ai inya sedih kenapa inya kada lahir jadi anak ratu Inggris. Jarnya kalau anak ratu Inggris tu mun inya kada begawi gin tetap ai sugih.

Suatu hari, Mahmud jatuh sakit, dia koma karena menginjak jarum di saat dia berkerja. Dia tidak memakai sepatu safety saat mancari jarum. Sialnya, Mahmud sama sekali tidak mengasuransikan kesehatannya ke Adira finance, padahal apa coba kurangnya perusahaan kredit itu, bisa di cicil 10 kali, bunganya 0% lagi. Asuransi sama kredit beda sih, tapi ya coba aja paksa.

Hari tu ada inya garing, gara gara teinjak jarum pang pas inya begawi. Tu pang sapa suruh inya kada make sandal pas nyari'i jarum. Udah keitu inya kada jua be asuransi pakai Adira finance., padahal apa rang kurangnya perusahaannya tu, bisa di cicil 10 kali, kada be bunga bungaan pulang. Baik banar. Ya asuransi sama kredit beda pang sebenarnya. Tapi cobaiai paksa.

Mahmud di kutuk oleh sang pencipta. Dia telah dikutuk menjadi kucing kampung!

Mahmud di kutuk. Inya dikutuk jadi kucing kampung!



Menjadi kucing kampung ternyata lebih buruk daripada perkerjaan sebelumnya. Mahmud menjadi kucing kampung yang cupu. Dunia memang keras. Apalagi jadi kucing kampung. Banyak sekali tantangannya. Setiap hari dia harus susah payah mencuri ikan dipasar untuk mengisi perut. Berkali kali di tendang, di lempar sendal oleh si pemilik warung, belum juga Mahmud punya saingan kucing kucing preman yang sudah terlebih dahulu menguasai pasar. Mahmud tak bisa melawan ketika dia di seret seret, di cakar oleh kucing lain. Alhasil, sekarang telinga Mahmud sobek dan tubuhnya memiliki banyak luka.

Jadi kucing kampung sekalinya tambah kada nyaman dari gawiannya dulu. Madmud wah ini jadi kucing kampung cupu. Dunia ni memang karas pang. Apalagi jadi kucing kampung. Tiap hari inya pasti ngalih nyari iwak di pasar buat bikin kanyang parut. Sering dah inya di sepak, di lempar sandal sama pemilik warung, Mahmud gin ada saingan kucing jagoan nang duluan nguasai pasar. Mahmud kada bisa melawan pas inya di seret seret, di cakar lawan kucing lain. Jadinya sekarang kuping Mahmud sobek tarus awaknya banyak monel.

Ironisnya, Mahmud juga masuk dalam pergaulan yang salah, dia jadi mengenal seks bebas, sudah belasan kucing yang dia hamili tanpa memberikan pertanggung jawaban. Ternyata selain jadi kucing cupu dia juga merupakan kucing berengsek.

Mahmud gin masuk pergaulan bebas jua. pas jadi kucing tambah mucil inya sekarang. tahu beanuan bebas, udah belasan kucing di hamilinya kada betanggung jawab pulang. Sudah kucing cupu berengek lagi.

Dia sangat dengki dengan kucing kucing persia yang sehari harinya hidup santai. Makan, tidur dan dimandikan majikan. Sementara Mahmud hanyalah kucing kotor yang tidak bisa berbuat apa apa. Sebelum tidur, dia bukannya sikat gigi, tapi malah menangis meratapi nasib

Inya sarik banar dengan kucing kucing persia yang tiap hari hidupya santai. Makan, guring atau kada dimandikan yang punya. Tapi keapa pang lagi, kada kawa jua berbuat apa apa. Inya udah terlanjur jadi kucing yang merigat. Jadi setiap malam, inya kada sikat gigi, nangis melihati nasib banar ai.

Mahmud berjanji, jika dia kembali menjadi manusia, dia akan berkerja keras tanpa mengeluh dan tidak akan menghambur hamburkan uang yang telah dimiliki.

Bejanji pang sudah, kolo inya balik jadi manusia lagi, inya kada mucil lagi, kerja karas kada mengeluh lagi.

Satu bulan merasakan pahitnya menjadi kucing kampung, Mahmud akhirnya sadar dari koma nya. Kaki mahmud telah di amputasi. Ia merasakan penyesalan yang dalam. Namun sesuai janjinya, Mahmud berusaha sungguh sungguh menjalani hidup.

Sebulan ngerasa kada nyamannya jadi kucing kampung, Mahmud akhirnya baikan. Tapi kakinya buntung sudah. nyesal banar inya. Tapi sesuai janji tu pang, Mahmud berusaha bujur bujur dalam hidup.

Singkat cerita, 10 tahun kemudian kehidupan Mahmud berubah. Akhirnya ia berprofesi sebagai tukang sunat yang paling diakui di kotanya. Hidup mahmud telah berhasil dan bahagia.

10 tahun kemudian hidup Mahmud beganti. Inya wah ini jadi tukang sunat paling dicari di kotanya. Mahmud sekarang sukses dah.

Comments

  1. yap, intinya kalo bersyukur, kita akan dapet nikmat yang lebih...
    menginspirasi nih ceritanya.. :D
    bahasa banjar itu susah dibaca.. hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya namanya juga belajar. pelan pelan sajaa a

      Delete
  2. inya banar2 sarik kada paham bahasa banjar,
    *belajar banjar ngaco

    mirip bahasa jawa sebenarnya, cuma pelafalannya aku kagak bisa nangkep

    ReplyDelete
  3. kenapa jadi kucing kampung, ahhh coba mahmud jadi lalat. kan bisa ngintipin ichinose mandi huahahahah

    ReplyDelete
  4. Waduh aku udah BW tapi kok nggak masuk y?

    Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah..
    berhubung kita manusia, maka gunakanlah kesempatan hidup ini sebaik-baiknya org yg baik.

    ReplyDelete
  5. jangan adira finance..saya sarankan jangan wahai mahmud..jangan....

    mending pake ade rai :P

    ReplyDelete
  6. Aihhh ribet baca yang bahasa banjarnya, tapi nambah pengetahuan baru lagi :)

    ReplyDelete
  7. hahaha.. ceritanya menarik bgt. mulai dari dikutuk jadi kucing kampung, tukang menghamili kucing-kucing.sampe jadi tukang sunat.

    bingung ngikutin bhs banjarnya

    ReplyDelete
  8. Ceritanya bagus, Kuh. Boleh saran? Kalau mau cerpennya di buat dalam dua versi, bahasa banjar dan bahasa nasional ya kan itu? Bisa tuh satu cerpen ditulis utuh bahasa banjar, kemudian terjemahannya di tempatkan di ruang lain dengan sekali klik. Akan membuat pembaca lebih penasaran tentunya dengan trik seperti itu.

    Kalau sudah rapi, saya sarankan Kukuh mencari tahu cara bekerja sama dengan pihak Kemendikbud, mungkin dengan me-link-kan akun Kukuh dengan Kemendikbud atau dalam bentuk kerja sama lainnya. Karena tulisan tulisan Kukuh bisa menjadi rekomendasi anak anak negeri ini kembali mengenali dan mencintai bahasa daerahnya, seperti mereka mencintai bahasa nasional.

    Semangat terus. ^^

    ReplyDelete
  9. haha, kocak ini sih. ngapain kerja nyari jarum di tumpukan jerami? mending kursus jadi tukang sunat! hihi.

    ReplyDelete
  10. Keren cara penyampaian ceritanya. Gua pikir tadi mau bercerita pake salah satu bahasa sampe habis dulu, eh, ternyata tiap ganti paragraf ganti bahasa. Penyampaian kayak gini bisa nambah pengetahuan gua soal bahasa banjar

    ReplyDelete
  11. gue awalnya udah mikir aja. Nyari jarum dijerami itu sulit bgt bro. Makanya ada pepatahnya haha. Sadisnya gara2 kena jarum kakinya diamputasi sampe koma lg. Iya gue dapet hikmahnya mungkin pas dia koma dan jadi kucing itu merupakan teguran dari tuhan

    ReplyDelete
  12. #beanuanbebas buahahahahahaha, ngakak aku heh..

    ReplyDelete
  13. wanjir koma gara2 nginjak paku, terus jadi tukang sunat ternama.. kamu ternyata absurd ya kuh :D nice post

    ReplyDelete
  14. haha cerita sangat miris sampai bikin meringis :D bahasa banjar kayak percampuran bahasa jawa dengan bahasa indonesia tempo doeloe apa perasaan gue aja ya :/

    ReplyDelete
  15. jadi inget dengan tulisan Kukuh yang dijadikan GA? dengan tulisan ini masuk rubrik yang sama... btw saya punya lagu judulnya Iya, Kada. itu lagu banjar yah mirip lagu malaysia.. eh namanya juga melayu.

    makna dari cerita di atas jelas banget
    .. bentuk penyesalan dan kehidupan yang semestinya memang harus selalu di syukuri btw saya setuju dengan sarannya kak Lina:-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.