Merasa bersalah


Moodnya saat itu sedang baik sekali karena dia baru saja mendapat THR dari tempatnya bekerja dan juga sedikit imbalan dari jasa pembuatan website yang akhir akhir ini menyibukkannya. Dia akrab disapa Kukuh, pemuda berumur 17 tahun yang kadang kadang merasa ganteng.

Kukuh mempunyai satu rekening di bank B** yang terakhir kali diisi saat dijatuhkannya bom atom di hiroshima dan nagasaki. Karena dia sangat bersemangat menyetorkan uang hasil jerih payahnya itu, seluruh semesta alam mendukung peristiwa bersejarah yang sesaat lagi akan dilakukannya. Awan awan melindunginya sampai mataharipun segan menampakkan dirinya. Hanya terlihat bulan dan bintang di langit yang gelap. Kebetulan peristiwa ini terjadi malam hari.

Di radius 3 KM perjalanan, Kukuh yang terkenal anti dengan tukang parkir masih berpegang teguh dengan idealismenya, nggak mau bayar. Karena menurutnya tukang parkir bisa dengan mudah mendapatkan Rp.2.000 hanya dengan duduk melihat motor yang hanya berhenti sejenak. Bantuin ngeluarin motor juga enggak. Bukan hanya tukang parkir di kotanya saja yang sering ditaklukkannya, bahkan dia pernah melarikan diri dari tukang parkir dari kota lainnya. Akreditasinya A walaupun belum diuji coba ITB & IPB

Akhirnya Kukuh dan motornya tiba di sekitar bank yang ditujunya. Seperti biasa, dia melakukan life hack dengan parkir di toko samping bank yang kebetulan sedang tutup. Selain nggak perlu bayar, juga nggak mengambil lahan parkir berbayar. Karena dia hanya ingin menyetorkan uang di mesin dan nggak sekalian pulsanya.

Sesampainya disana, Kukuh melihat tukang parkir yang memegang erat lightstick yang lebih besar daripada milik wota dan memakai rompi polisi KW Thailand. Pria paruh baya itu menatap Kukuh dengan penuh tanya. Mereka belum berkenalan, jadi panggil saja dia dengan nama Bram.



Lalu seperti biasa Kukuh langsung masuk ke bank dengan santainya. Ia berhasil menyetorkan sejumlah uangnya tersebut. Nggak ada perampok bank yang tiba tiba bawa pistol air atau orang jualan buah disana. Saat keluar dari bank, Bram langsung menatap dengan tatapan yang tajam. Sementara itu Kukuh tidak berani menatap Bram karena takut jatuh cinta. Dengan pura pura tidak tahu dia berjalan ke toko di sebelah bank tempat motornya diparkir.

Kukuh menyalakan mesin motornya yang nggak pernah dicuci selama berbulan bulan dan bersiap untuk pulang kembali di rumahnya. Sampai akhirnya Kukuh melewati bank. Bram yang telah memasuki di usia senjanya itu duduk dan menatap dengan ekspresi kosong. Kukuh menyempatkan untuk melirik ke arah Bram. Biasanya Kukuh melihat tukang parkir lainnya dengan ekspresi kemenangan.

Tapi kali ini tidak.

Kukuh terlihat murung, merasa bersalah. Ekspresinya datar, dia kecewa, kecewa terhadap keputusannya. Membayangkan kalau ternyata bapak itu memiliki sebuah lembaga amal yang membantu 1.000 orang untuk tidak kelaparan dengan mengorbankan masa tuanya dengan menjadi tukang parkir. Bahkan sampai rumah, anak muda itu masih kecewa dan pada akhirnya menulis cerita ini. Menyesal, itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan perasaannya kini.

*Ini adalah flash fiction pertama di blog. Tapi karena bukan fiksi, kita namakan aja ini flash non-fiction aja*

Comments

  1. Wah... Jahat lu kuh. Tega... Coba lu bayangin kalo tukang parkir itu bokap lu *naudzubillah. Lo balik kesono gih. Kasih duit, trus bilang "Bapak, maafkan saya. Saya menyesal". Selagi bapaknya masih hidup loh. Daripada merasa bersalah selamanya... *Komentar ini terlalu mendramatisir #Maaf

    ReplyDelete
  2. Wah bang kita kok sehati ya. Aku seringnya gitu juga, apa itu istilahnya tadi ? anti-tukang parkir. Aku malahan memang parkir dilahan parkir itu, tapi nyari-nyari kesempatan saat tukang parkirnya lengah daaan langsung ngacir kabur dengan senyum kemenangan penuh suka cita. pernah diteriakin pula dan sampai sekrang belum pernah menyesal. haha *aku jahat*
    Mending datang lagi deh bang, kali ini bukan nyetor uang, tapi ngambil uang lebih untuk dikasihin ke bapaknya. Umur gak ada yang tau *eh daripada nyesel seumur-umur :')

    ReplyDelete
  3. duh, tapi bayar parkir 2000 itu menurut gue kemahalan ya. apalagi kalau cuma berhenti bentar buat ambil duit ke atm, dan duit yang diambil cuma 50k hahaha

    ReplyDelete
  4. besok2 lagi kalo balik ke bank itu, bayar parkirnya double Kuh.. biar rasa bersalahnya ilang.. hehe

    ReplyDelete
  5. iya sih. gue kadang juga heran. malahan, yg toko ada tulisannya, bebas parkir, ttep aja ada tukang parkirnya. padahal cuman duduk doang. klo dibantuin sih masih mending lah. lah ini??? paraah. gue ga bakalan bayar, kuh.

    sbnernya anak si kakek itu kmna sih. tega bnget

    ReplyDelete
  6. masih murah parkiran bayar 1000, kalo emang pengen bantu tukang parkirnya bayar seikhlasnya aja kuh, :3

    ReplyDelete
  7. baru lagi nih kek nya, flash non fiction. hahaha

    tapi kenapa bisa ngebayanginnya kesana kuh?
    siapa tau dia nggak punya anak, nggak punya orang yang di urusin, hidup sendiri dari biaya parkir. #karangan lain.hahaha

    ReplyDelete
  8. Kalau mayoritas orang Indonesia kayak gini, profesi tukang parkir bisa punah nih.

    ReplyDelete
  9. kalo udah berhubungan sama tukang parkir emang gitu bawaannya. sering bikin sebel kuh. haha.. sebenernya kalo harus bayar, gue pribadi sih mau aja bayar 1000-2000. asal, terlihat si tukang parkir membantu kita ngeluarin motor, atau nyetopin kendaraan pas kitanya mau jalan

    ReplyDelete
  10. Parkir 2000? gak masalah asal orangnya bener aja ngejagain lah kalu dya nya aja ngeloyor pas kita gak ada tiba2 dya nongol pas kita mau ambil motor itu tuh yang kudu digeplak >_<

    ReplyDelete
  11. oh fiksi, tapi keren.
    klo di jakarta tukang parkit tuh udah kayak nyamuk. pasti ada di iap pojokan, ga keliatan orangnya tau2 kedengeran suara priwitannya

    ReplyDelete
  12. Gimana ya, ngadepin orang kaya gini tuh serba salah. Kadang ada yang minta di kasihani, tapi kadang ada yang gak pantes di kasihani, tahu dong tukang pakir itu kaya gimana hhe

    Cuman bisa tebak2 aja, si tukang parkir ini emang beneran kasihan atau cuman minta di kasihani hhe

    ReplyDelete
  13. ya udah Kuh, kamu ke tempat parkir itu lagi, kalo nggak mau ke bank ya pura pura parkir terus udah gitu kamu bayar pake uang 10.000...udah deh...ngamal bingit itu Kuh...

    ReplyDelete
  14. waah sampai segitunya gak mau bayar parkir sampai parkir di toko yang udah tutup :)
    penyesalan itu emang selalu datang di akhir bro,,

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.