Road to mahasiswa


Dari jauh jauh hari aku memang sudah mempersiapkan perguruan tinggi mana yang akan dipilih untuk melanjutkan pendidikan selanjutnya. Mungkin lebih tepatnya perguruan tinggi mana yang mau nerima. Bukannya gimana, karena aku bukan Maudy Ayunda yang diterima di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia. Aku yang nggak pintar pintar banget sudah menentukan dimana kampus impian. Sampai akhirnya, aku ingin kuliah di Bandung. Bersama Wawal dan Zaky.

Pertimbangan utamanya adalah karena Bandung dikenal sebagai kota yang kreatif. Seperti kata orang bijaksana bilang, lingkungan akan berperan besar dalam membentuk karakter seseorang. Kami pengen ngerasain jadi anak kos di kota kreatif. Siapa tau aja di kos kosan kami menemukan ide brilian seperti membuat minyak rambut dari ekstrak kulit ular, kebayangkan gimana kreatifnya. Berangkat dari sana kami menemukan satu perguruan tinggi negeri dengan nama Institut Teknologi Bandung. berdasarkan webometrics, ITB masuk ke dalam universitas terbaik nomer 3 di Indonesia. Dibawah UGM (Yogyakarta) dan UI (Jakarta). Kuliah disana pasti menakjubkan.

Rencana itu selalu ingin kami realisasikan sampai aku pasang logo ITB di wallpaper laptop, nempel gambar kondisi kampus di dinding kamar supaya bisa bayangin setiap hari kuliah disana sampai like & follow semua akun sosial medianya. Walaupun aku tau mereka nggak mungkin ngadain kuis berhadiah masuk ITB.

Saat semua orang di kelas memusingkan sulitnya soal soal UN, aku malah pusing mau masuk jurusan apa di perguruan tinggi. Mungkin inilah yang dinamakan visioner, berfikir jauh kedepan. Waktu itu pilihannya adalah Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi, Psikologi atau Sastra Indonesia. Semua punya kelebihannya masing masing.



Sampai akhirnya aku unfollow twitter @ITB. Bukannya karena nggak difolbek, tapi karena aku baru sadar kalau jurusan di ITB itu semuanya teknik. Nggak ada jurusan Ilmu komunikasi, Psikologi atau Sasra Indonesia Cerdas banget.

Hasil tes MBTI menunjukkan kalau aku lebih dominan ke tipe orang yang suka bicara dengan orang lain, cepet bosan dan suka nyoba hal yang baru. Makanya aku nggak pernah bosan buat nulis di blog ini karena setiap tulisan punya cerita yang berbeda dan bisa berinteraksi sama kamu yang lagi baca. Semua itu butuh komunkasi.

Kebetulan Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran di Jatinagor dan Bandung adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang punya program studi Ilmu komunikasi dan sudah jadi fakultas sendiri. Selain itu peminat Unpad pasti nggak sebanyak UI, UGM atau ITB. Kayaknya sih aku masuk masuk aja.

Biar nggak kepanjangan, tibalah pengumuman SNMPTN atau yang biasa kamu kenal dengan jalur undangan. Dengan kepedean tingkat kecamatan dan rasa optimisme yang tinggi, Akhirnya memilih aku Ilmu komunikasi Unpad, Ilmu Komunikasi Unmul dan Sastra Indonesia Unmul. Aku berharap banyak dengan SNMPTN ini. Inilah satu satunya jalan supaya bisa kuliah di Bandung, karena orang tua cuma bolehin kuliah di luar daerah asalkan Universitas berlabel negeri. Setelah membuka website pengumuman terlihatlah kenyataan seperti ini


Aku nggak di undang. Sempat down juga sih setelah pengumuman itu. Ternyata Peminat Unpad di SNMPTN adalah yang tertinggi se Indonesia. Ini infonya



Sebanyak 73.789 orang yang daftar di Unpad. Wajar aja sih kalau nggak diundang, sama kayak ke undangan waktu itu. Jumlah pendaftarnya bahkan mengalahkan UGM atau UI. Ngeliat teman teman yang berhasil lulus rasanya beda dengan ngeliat teman teman lulus ujian nasional kemaren. Waktu pengumuman UN kami semua bangga dan bahagia bersama. Tapi saat pengumuman seleksi PTN semuanya berbeda. Mereka yang belum berhasil harus pura pura tegar dan mereka yang lulus juga nggak enak hati untuk selebrasi berlebihan karena nggak tega ngeliat temannya kecewa. Mereka yang nggak lulus mau nggak mau aku harus fight lagi di SBMPTN.

Selama pasca kelulusan, aku nggak belajar banyak untuk SBMPTN. Kalau yang lain ikut bimbel persiapan SBMPTN, aku cuma ngebeli paket premium bimbel online Zenius selama 1 bulan. Dari Zenius aku sadar kalau selama di SMK nggak ada pelajaran Sosiologi, geografi, sejarah dan ekonomi yang nantinya akan menjadi soal di seleksi SBMPTN. Karena waktu belajarnya kurang dari 1 bulan, situasi sudah nggak memungkinkan lagi untuk belajar dari awal.

Aku memutuskan untuk cuman belajar Tes potensi akademik, logika dan sosiologi yang keliatannya nggak susah susah banget. Sebuah pelajaran yang banyak orang menyepelekan dan menganggap nggak penting. Strategi belajar pelajaran yang gampang itu sudah pernah aku buktikan di UN. Ketika orang lain bimbel dengan guru Matematika, aku malah bimbel dengan guru Bahasa Indonesia. Terbukti saat pengumuman, nilai bahasa Indonesia keluar dengan memuaskan walaupun Matematika sudah nggak bisa tertolong.

Setelah belajar alakadarnya, tibalah SBMPTN serentak di seluruh Indonesia. Aku sudah nggak memilih Unpad tapi memilih Ilmu Komunikasi, Sastra Indonesia dan Psikologi di Universitas Mulawarman. Perguruan tinggi terbesar di Kalimantan dan terbaik di Kalimantan Timur. Bukannya pesimis nggak milih Unpad sih, cuman di kondisi seperti ini realistis lebih memungkinkan. Masuk Unmul aja sudah sulit.

Bagaimakah aku di ruangan Ujian? Apakah aku lulus dan menjadi mahasiswa terganteng di seluruh negeri? Pasti kamu nggak penasaran. Nantikan kelanjutannya di blog ini.

Comments

  1. Mau masuk kuliah susah, mau keluar juga susah. Ya, gitulah kuliah :)

    ReplyDelete
  2. intinya tetap pada perjuangan , pintar itu bonus . dan jangan lupakan faktor x *ngomong apaan sih gua*

    ReplyDelete
  3. Optimis brohhh, you can do it...

    ReplyDelete
  4. Tetap optimis bisa melaluinya dengan bantuan Tuhan, Kuh. Kamu bisa. Iya. Pasti bisa.

    Dari sekian banyak orang, kamu terpilih salah satunya. Dan terus lah berjuang. Perjalanan ini belum selesai. Ayo semangattt^^

    ReplyDelete
  5. ternyata ilkom unmul favorit ya. Aku aja pas ambil unmul udah pake ilmu pasrah pas SBMPTN yang penting dapat negeri daripada swasta.

    ReplyDelete
  6. Ciee Mahasiswa...
    Universitas padjajaran mah emang banyak banget peminatnya. Karena salah satu universitas terbaik di Indonesia. Gue aja ikut SMPTN (zaman gue dulu) gak lulus. Hahaha.. Tapi ya semuanya itu udah diatur kuh, bukan suatu kebetulan lu kuliahnya di Unmul, siapa yang tahu kalo lo jadi kuliah di Unpad malah jadi kurir narkoba, kan ngeri. :)))

    ReplyDelete
  7. Ciyeeh mau jadi mahasiswa aja dibikinin postingan.. :D

    Dan jalur seleksi serentak gitu emang jalur yang bikin otak rematik...

    Oh iya, gue juga baru tau Kuh kalo ITB isinya cuma teknik.. nice info banget deh.

    gue pura2 penasaran aja deh... kira2 dek Kukuh bakalan berlabuh di kampus mana akhirnya... duh gak sabaaar~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun (maaf) lo tua, tapi lo gak pantes jadi abang, bang -_- terdengar mengerikan..

      Delete
  8. Jadi inget dulu waktu daftar SNMPTN.
    Udah susah2 tes dll, waktu pengumuman alhamdulillah ketrima.
    eh, malah dapet kesempatan ke luar negeri. Akhirnya melepas 2 universitas yg ada di Indonesia.
    Kalo tau bakal ketrima di luar kan aku gak ikut SNMPTN. Ribettt...

    ReplyDelete
  9. wkwkwk aku juga pernah mengalami hal yang sama, ditolak berkali-kali...
    Duh, sakitnya tuh disini.. *nunjuk pipi*oh ternyata sakit gigi* -_- haha
    Tapi justru kegagalan-kegagalan itu yang membuat kita lebih kuat dari yang lainnya :D *aciiyeee*

    ReplyDelete
  10. Wah dari ingin ke itb. Turun ke unpad. Turun unmul skg. Gimna brai lolos kah? Temang gue banyak disana anak bahasa. Anak ukm teater yupa unmul. Kalo elo lolos main2 ke ukm teater yupa dan basra. Titip salam gue

    ReplyDelete
  11. Sebenernya nih, Kuh.. persiapan terbaik untuk masuk ke salah satu PTN gitu, dengan tidak terlalu berharap :| Jadi pas aku gak diterima snmptn, biasa ajah.. entahlah, sepertinya gairah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggiku waktu itu gak begitu tinggi tinggi banget..

    Tapi semua universitas kan sama ajah, yang bikin beda ya mahasiswanya.. juga.. semua kota itu sama ajah, yang bikin kota itu jadi kreatif, atau keren, atau apalah, ya warganya itu sendiri, ya anak-anak mudanya..

    ReplyDelete
  12. wah, mnggak papa..kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda...yang pnting cemunguth nyakkk..hehehe. gue setuju sama komen Huda di atas, nanti pada akhirnya yang menentukan itu mahasiswa alias diri sendiri :D

    ReplyDelete
  13. nih minat sama banget kek aku, jg juga minat dkv,iilkom,psikolog,sastra dan aku jg dri SMK. suka deh baca ceritanya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.