Samarinda City Run - Lari biar gaul


Beberapa minggu yang lalu, seluruh anak gaul di Samarinda lagi heboh banget dengan color run. Jadi ceritanya kita akan lari lari trus dilempar warna. Simpel banget, semacam perayaan ulang tahun yang lempar lemparan tepung gitu. Satu pertanyaan yang nggak akan pernah bisa terjawab oleh anak kurang gaul yang cuman ikut ikutan adalah

"Kenapa acara ini identik dengan acara anak anak gaul?"

Kalau kamu yang baca bukan berasal dari Samarinda, pasti kamu mengira kalau beli tiket Samarinda City Run akan semudah beli kopi di Starbucks. Padahal kenyataannya memang seperti itu, selain harus ngumpulin uang karena harga segelas kopinya 32 kali lebih mahal dari kopi sachetan di warung dekat rumah, di Samarinda juga belum ada kedai Starbucks. Ngantrinya aja hampir terjadi aksi lempar helm SNI, remaja meraung raung karena dikelilingi orang orang bau ketek sampai dorong dorongan yang memaksa kami mempraktekan aksi tarian anti gravitasi kayak Michael Jackson.
kayak gini. foto: messynessychic.com
Supaya dapat tiket calon pembeli harus berjuang seperti pasukan perang yang harus berani mati. Yah, ternyata hidup jadi anak gaul susah juga.

Hidup jadi anak gaul sulit.
Dengan kondisi yang menyedihkan seperti ini, untungnya proses pembelian ini nggak memakan korban luka luka, korban kelaparan atau kehamilan diluar nikah. Paling juga korban PHP, masalah anak gaul kekinian. Akhirnya kami bisa keluar dengan tiket seharga Rp.85.000. Tiket ini akan ditukar dengan headband, baju dengan kain yang sering dibagikan caleg semasa kampanye dan kacamata penonton dahsyat. Kami siap untuk menjadi gaul.



---

Sebulan setelah pembelian tiket yang traumatis, Minggu 30 November acara dilaksanakan. Memang agak basi juga sih karena acara baru aja dimulai padahal tiketnya sudah dipegang sejak dahulu kala. Ini kan sama aja saat semua lagi heboh sakitnya tuh disini, kamu baru tergila gila sama duo keong racun.

"Woi, kuh. Kamu dimana? Cepat kita semua sudah ngumpul. Kita duluan aja lah!" Wawal dengan marah marah nyuruh cepat kerumah Disa. Tumben banget sih anak ini semangat. Selain Wawal, aku juga sudah ditunggu Disa, Hada, Murni & Lia. Cerita tentang ngaretnya aku di hari itu sudah dibahas lengkap di postingan City Run blognya. Akhirnya kami ketemuan Kompleks stadion madya sempaja

Buat yang cari wawal, dia yang wajahnya cuman setengah, sebaiknya nggak usah dicari
Untungnya di acara ini nggak ada yang pakai kebaya, gaun atau high heels 10 cm. Padahal biasanya ada aja yang pengen keliatan cantik di setiap saat. Hari ini kuliat yang paling bikin kasian adalah orang yang maksa pakai bajunya walaupun perutnya sudah keluar keluar pengen teriak "Lepasakan aku lepaskan aku. aku mau bebas."

Kami berkumpul di garis start. Setelah diliat lagi, rata rata usia mereka adalah remaja remaja sekolahan yang baru aja pubertas. Dengan gini aku yang keliatan paling muda di kampus jadi keliatan paling tua. Coba tau gini aku pakai Olay total effect aja supaya wajah bisa terlihat 10 tahun lebih muda.

Ketika start aku kira semuanya berlari dengan penuh semangat, tapi ternyata mereka mereka yang gaul malah menarik tongsis mereka dan jadi ajang foto foto, nggak ada yang lari dengan penuh semangat. Memang terkadang harapan panitia acara nggak sesuai dengan kebutuhan pesertanya. Yah, namanya juga pengen eksis, bukan pengen sehat. Mereka sudah sehat secara mental kok kalau fotonya di kasih love di Path

Semua sibuk dengan tongkat eksisnya masing masing.
Sebagai ajang yang mengharuskan pesertanya untuk kotor kotoran buat di upload di sosial media, tentu aja semua peserta harus buat dibuat kotor. Kami dilempar color powder yang nggak dikasih tau bahannya terbuat dari apa.

"Hit Mehhhh Hit Mehhh" Acara baru dimulai Disa sudah jadi gaul. Nggak mau kalah, aku juga harus heboh juga

"Mas ini lempar saya, lemp...." belum selesai aku teriak, terlemparlah bubuk warna di wajah. Akhirnya aku yang teriak teriak sukses kelilipan dan batuk temakan bubuk warna. Mudah mudahan bubuk warna ini halal.

"Makanya kalau dikasih kacamata dipakai. kan fungsinya ngelindungi mata" Sambil tertawa Disa yang merasa dirinya lebih gaul hari ini mulai jadi penceramah.

Setelah berjalan yang katanya 5KM dan dilempar bubuk warna dari beberapa pos, baju ini sudah nggak ada bedanya dengan lap di dapur.

Bersama dengan anak anak Ilmu Komunikasi A 2014.
Mereka mereka yang mencoba gaul.
Aku kira acara berakhir di pintu finish aja. Ternyata itu hanyalah semacam formalitas. Menurutku acara sesungguhnya baru aja dimulai.

Kami berkumpul di lapangan parkir GOR Sempaja.

"Iyaaaaa selamat datang di Samarinda City Run. Suasana disini pecah banget, iya kan ciiii"

"Setelah ini kita ada perform dari DJ Pepeng. Pasti pecah bangeeeeet. Iya kan ciiiii. Gimana kalian sudah siaaaaap?"

Nggak ngerti juga kenapa setiap MC ini ngomomng selalu diberi ketukan 3 harakat. Mungkin dia pandai mengaji dan taat beribadah, tapi diacara ini kayaknya nggak perlu digunakan juga sih. Pasti dia merasa dia merasa dirinya gaul. Padahal kami sepekat, caranya gaul bukan begitu.

Ciiiii yang dimaksud adalah partner dari MC salah gaul. Namanya Suci, bedanya Suci sama dia adalah kalau Suci ngomong nggak pakai harakat dan nggak seaneh MC cowok yang nggak pernah disebutkan namanya ini. Mungkin karena suci nggak kenal.

Acara lanjut ke dance party. Buat yang suka electronic dance music memang asik banget sih. Bukan karena DJ nya punya lagu ciptaan sendiri yang bagus. Dia cuman remix lagu lagu yang sudah terkenal sebelumnya aja. Yah, kalau difikir ulang memang nggak jauh beda dengan MP3 yang diputar di laptop sih. Tapi kita support aja DJ DJ kayak beginian, namanya juga dia usaha.


Party color mengakhiri acara pecah ini. Sampai sekarang MC pengen gaul itu belum pernah juga disebutkan namanya. Pasti dia kecewa dan sedih banget. Lalu DJ Pepeng yang namanya baru aku tau saat acara mengakhiri Samarinda City Run dengan pesta warna yang cukup meriah. Hari yang penuh warna dengan party color.
sumber foto: twitter.com/SamarindaRUN

Comments

  1. Yang cari muka Wawal, dia ada di samping jaket merah di kumpulan anak ilmu komunikasi. Padahal dia anak Sastra, diculik sama anak Ilkom. Hiii. Ngeri.

    ReplyDelete
  2. haha gue aja nggak tau lo mukanya si wahid tawakkal itu yg mana ? di postingan dia juga gue nggak tau, emng gak pernah liat sih. :D

    eh kuh, titip salam buat cewek yg tengah di foto paling atas. Salamin yah, dari anak UNSRI bilangin. wkwkw

    ReplyDelete
  3. Acaranya seru... kaosnya juga kereeen :D

    ReplyDelete
  4. Acara seperti ini berapa taun sekali? Seru ya.. Mirip perayaan warna di India...

    ReplyDelete
  5. Kukuh sama Wahid emang punya jiwa blogger yah. Setiap ada event apa pasti di jadiin postingan. Keren deh,
    Pas emang momennya pas udah capek capek lari, terakhirnya hacep banget kayaknya. Kayaknya seru banget tuh.

    Hahaha, gue juga sama dong kaya Willy salamin juga. Njirrrr

    ReplyDelete
  6. cie kukuh anak gaul ehehe... event kaya gitu emang seru abis, fun deh pokoknya, bisa sekalian cuci mata juga kan hehehe :D

    ReplyDelete
  7. lo nggak tau pewarnanya dari apa?
    itu kesumba woyy,fix kesumba hahahah....

    ReplyDelete
  8. alay alay samarinda berkumpul wkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. Wah keren yak! Entah kenapa kamu sama wawal jadi couple gini postingannya. Aku jadi mikir nih, apa kometarku di sini aku couple-in aja sama kayak di punyanya wawal, ya? Hmmm

    Ternyata memang ia. Anak-anak gaul jaman sekarang kalo ngikut-ngikut acara apa gitu, yang dijadiin kebutuhan primernya ialah foto-foto. Bukan acara intinya. Jadi mereka gak ada yang lari tuh. Malah sibuk sendiri hahahaha... kasian panitianya, mungkin mereka besok-besok harus ganti acaranya jadi Samarinda City Selfie..

    Oiya, salam ya Kuh sama mc yg cowok yang diduga suci enggak kenal sama dia ya...

    ReplyDelete
  10. :D tanya deh ke salah satu peserta, yakin itu emang niat lari ? atau cuman gaya-gayaan :D karena jaman sekarang mah hal yang biasa bisa jadi keren....

    kerenan jaman saya kecil juga... ujan-ujanan sambil perang lumpur ... lemparan lumpur, hayo keren mana ? huehuehue,,

    sayang juga uang 85.000 :D padahal kan lari olahraga yang paling murah ini malah jadi olahraga mahal...

    ReplyDelete
  11. Jadi gaul emang pengorbanannya berat ya, biasa minum teh anget aja pake acara mesti starbucks2 segala..

    Tapi ini salah satu acara yg emang gak boleh dilewatin.. mumpung masih muda, bisa buat cerita kalo dulu pernah gaul walau hanya sesaat..

    Sayangnya gue udah menua dengan baik, di semarang ada beginian gue enggak minat. Udah bukan jamannya.

    ReplyDelete
  12. waah,seru banget ya,,meskipun harus kotor-kotoran tapi eksisnya dapet :D

    ReplyDelete
  13. assalamualaikum wr, wb.aki saya:IBU,MARNI dan SEKELUARGA mengucapkan banyak2
    terimakasih kepada ata s angka togel yang di
    berikan "4D"yatu< 8617> alhamdulillah ternyata itu benar2 jebol dan berkat
    bantua AKI MANGKUBONO melunasi semu hutang2 orang tua saya yang
    ada di BANK dan bukan hanya itu. aki. alhamdulillah sekarang saya
    sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya
    sehari2. itu semua berkat bantuan sekali lagi makasih banyak
    yah aki… yang ingin merubah nasib seperti saya hubungi di
    nomor: -0852-0333-3887
    MANGKUBONO


    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....



    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


    1"Dikejar-kejar hutang


    2"Selaluh kalah dalam bermain togel


    3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel

    KLIK DISINI


    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.