Leadership Camp 2


Aku: Kak, gedung IKA ini di samping FKIP ya?
Kak Novi: Iya, Kuh. Diantara FKIP & radio Metro Mulawarman.
Aku: Oh, Berarti yang cat gedungnya luntur ini kan? Kok sepi gini.
Kak Novi: ..... *kemudian telepon ditutup*

Disinilah aku berada, sebuah gedung berwarna putih yang cat bangunannya sudah terkupas tanda lama nggak di cat ulang. Setelah memarkir motor di halaman, aku melirik ke pergelangan tangan kiri tempat jam tanganku terpasang, sekitar 10 menit lagi acara dimulai sesuai jadwal.

Di depan pintu masuk cuman ada beberapa perempuan yang memakai jilbab dan beberapa memakai cadar. Suasana hening dan sepi, sibuk dengan smartphone-nya masing masing. Aku adalah peserta laki laki pertama yang datang ke acara ini. Beberapa menit kemudian aku jadi pengen memakai hijab juga, biar kompak. Buat orang yang hanya sekilas melewati gedung ini, kami terlihat seperti sekumpulan mahasiswa yang akan dikirim ke timur tengah untuk jihad.

Jadi sebenarnya aku sedang mengikuti acara Leadership Camp dari BEMKM Universitas Mulawarman (Note: buat kamu yang masih sekolah, BEMKM itu kepanjangan dari badan eksekutif mahasiswa keluarga mahasiswa, kalau di sekolah mirip dengan OSIS gitu). Acara ini adalah kloter kedua setelah yang pertama aku nggak bisa hadir.


Masuk ke ruangan gedung ini juga masih belum banyak peserta yang datang. Mungkin kebanyakan dari mereka sudah ikut Leadership camp pertama minggu lalu, mungkin juga pesertanya ngaret atau mereka akan datang serentak dengan menggunakan terjun payung, acara dimulai dengan meriah. Semuanya bisa aja terjadi.

Panitia nyari satu orang pembaca doa, dirigen lagu kebangsaan dan MC buat buka acara di antara beberapa peserta yang sudah hadir. Mereka kelihatan ramah dan supportif banget tanpa menujukkan kegalakannya. Padahal aku kira acara leadership nggak jauh jauh dari adegan senior teriak teriak dan juniornya disuruh tiarap di bawah teriknya matahari lalu guling guling sebanyak 15 kali. Tapi untungnya Leadership camp BEMKM Unmul beda. Semuanya menyambut dengan terbuka. Setidaknya, sampai sejauh ini.

Gara gara keramahan mereka, aku jadi pengen berkontribusi lebih banyak. Hati berkata untuk mengajukan diri sebagai MC. Nggak mikir terlalu lama, aku nekad angkat tangan. Lagian juga cuman buka acara, peserta yang hadir cuman dikit. Walaupun belum pernah sama sekali, pasti bisa lah.

Selanjutnya aku di briefing untuk ngapain aja di depan panggung. Dari naskah susunan acara yang dikasih, keliatannya tugas jadi MC cukup sederhana, nggak terlalu sulit. Masalahnya, makin lama peserta yang datang makin banyak. Kampret, tau gini ngapain ngajukan diri. Aku jadi takut demam panggung karena nggak ada persiapan sama sekali.

Sampai tiba waktunya, acara dimulai.

"Selamat pagi, selamat datang di Leadership camp 2 BEMKM Unmul 2015. Beri tepuk tangan untuk kita semua" Sampai sini, keliatannya berjalan lancar. Aku melanjutkan kalimatku. "Ya, kita akan memulai acara ini dengan susunan acara sebagai berikut....." Disini aku sudah deg degan, tangan gemetar dan hati cenat cenut. Semua mata tertuju kepada si MC kurus tak bertenaga. Dengan kondisi yang gugup, aku makin mikir yang aneh aneh. Gimana kalau aku kesurupan duo serigala dan tiba tiba goyang drible? Menyedihkan sekali.

Sepertinya ini semua tentang jam terbang. Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa dan sambutan dari ketua panitia dan juga presiden BEMKM Unmul periode 2015. Tugasku sebentar lagi selesai, lama lama aku makin tenang dan nggak demam panggung seperti di awal. Tapi tetap aja, acara berhasil dikacaukan oleh calon anggota baru bernama Kukuh. Terlalu menyedihkan untuk melanjutkan paragraf ini.

Setelah membuka acara, kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Muhammad Iqbal, dia adalah presiden BEMKM periode 2013 lalu. Banyak banget pengalaman yang diceritakan selama menjabat sebagai presiden BEM. Pembawaannya tenang banget tanda sudah biasa menjadi pusat perhatian, caranya berbicara terlihat berapi api khas mahasiswa. Sambil mencatat poin pentingnya, aku berulang kali menganggukkan kepala tanda setuju dengan materi materi yang disampaikan. Pasti ini akan berguna.



Lanjut ke materi Team building. Acara ini dipimpin langsung oleh Kak Mujahid, presiden dari BEMKM Unmul periode 2015 kabinet Inisiator berkarya. Peserta leadership camp 2 dibagi menjadi 5 kelompok. Kami dikasih instruksi untuk mengeluarkan barang barang berharga yang kira kira bisa membuat kita survive selama 30 menit kedepan. Ada yang keluarkan benang, gunting, sampai lem kertas. Aku cuman mengeluarkan alat tulis, karena memang cuman itu isi dalam tas.

Setelah mengeluarkan barang barang berguna, instruksinya adalah membuat busana dalam waktu 15 menit. Kami mengerjakannya dengan penuh suka cita.

Berhasil membuat gaun revolusioner abad 17, panitia bilang kalau secara nggak langsung kita sudah belajar konsep organisasi. Kami dijelaskan filosofi dari permainan ini, games yang keliatan cupu gini aja punya makna tersendiri.

Pertama, sebuah organisasi harus punya goal yang jelas. Goal game kali ini kami adalah membuat busana sekreatif mungkin.
Kedua, organisasi harus punya time map yang jelas. Seperti membuat busana ini disediakan waktu selama 15 menit, Gitu juga organisasi. Selalu ada masa jabatannya.
Ketiga, Perencanaan. Setiap orang pasti punya kreatifitasnya masing masing. Makanya sebelum busana dibuat, harus direncanakan dulu mau bikin busana apa kita untuk kedepannya supaya hasilnya maksimal.
Keempat, Sebuah tim harus punya tanggung jawab kepada diri sendiri dan juga orang lain. Harus punya komitmen menyelesaikan project gaun koran ini dengan sepenuh hati.
Terakhir, kita harus menunjukkan karya kita supaya dunia tau kapasitas dan karya kita. Kayak yang difoto tadi.
Istirahat sebentar, banyak orang yang ngecek HP-nya, mungkin mereka sedang menghubungi pasangan masing masing kalau acara ini tanpa kekerasan dan nggak ada organ tubuh yang hilang. Aku sendiri juga ngecek HP. Bedanya, HP ini nggak ada notifikasi sama sekali. Nggak ada yang nanya kabar dan nggak ada juga yang harus dikabarin. Jomblo hidupnya lebih berat sih. Supaya nggak keliatan sedih sedih banget, aku memberi makan kepada Pou si peliharaan virtual.

Lanjut ke acara terakhir yaitu kolaborasi tim. Masing masing kelompok disuruh untuk membahas berbagai masalah negara dari mulai politik, ekonomi, pendidikan sampai energi. Menganalisa masalah dan selanjutnya kami diajak untuk membuat solusi yang bisa kita berikan sebagai mahasiswa. Kelompokku kebetulan kebagian masalah ekonomi. Jelas aja, sebagai anak yang kegiatannya cuman nonton bola, aku nggak ngerti sama sekali.

Waktu jadi terasa lama saat diskusi dan presentasi. Mereka mereka yang ngerti bersemangat banget, banyak interupsi dan semacamnya. Keren. sementara aku cuman bisa nopang dagu tanda bosan. Selanjutnya mungkin aku harus lebih update dengan perkembangan negara ini supaya bisa ikut ikutan tau masalah yang dihadapi bangsa.

Acara selesai dan ditutup dengan berfoto bareng. Ternyata leadership camp ini bukan nama lain dari ospek. Semuanya ramah tanpa senioritas. Menurutku, acara ini berhasil.

Comments

  1. Gapapa jadi mc buat nambah pengalaman tapi gue ngebayangin kalo lo beneran kesurupan duo serigala, mungkin penonton yang ngeliat elo bakalan kejang kejang kali ya hahaha

    Gue juga sempet kepikiran masuk bem tapi gajadi karena menurut gue ribet

    ReplyDelete
  2. Beruntungnya acara itu nggak semengerikan ospek yang seniornya teriak-teriak nggak jelas bro. Hahaha. Dan sepertinya itu acara seru dan bermanfaat banget. Mungkin nanti kalau gue udah jadi mahasiswa bisa ikutan--kalai ga males--acara gituan. Hahaha.

    Sukses selalu Kuh!!

    ReplyDelete
  3. Rajin amat ya datangnya paling awal,antusias banget kayanya nih.
    lo hebat bisa jadi MC di acara seminar kaya gitu,udah gitu lo udah berhasil ngatasi deman panggung lo,ya walaupun dikit-dikit ada kesalahan mah gak papa,itung-itung pengalaman.

    ReplyDelete
  4. Ya ampun kok bisa gitu dalam beberapa menit langsung bisa jadi mc, aku yang presentasi depan temen sendiri udah gugup dari seminggu yang lalu. Tapi aku salut sih udah dateng pertama, ngajuin diri jadi mc. Hebat..

    Haduh nggak sabar pingin cepat2 kuliah.. Sukses ya buat bang kukuh dan BEMnya

    ReplyDelete
  5. Tjakep ye lo Kuh, mulai akrab sama BEM BEM segala... mumpung jadi mahasiswa libas aja semua.. sapa tau kelak lo yang jadi presiden BEMnya :D
    acara begituan di kampus gue biasanya keluar kampus... nginep, ntar banyak maateri yang disampaikan out door... namanya upgrading... gue dulu juga aktivis sih, bahkan ngerasain jalan2 ke kampus luar kota semua gara2 jadi aktivis..

    btw, mental lo udah lumayan Kuh, udah berani nge-MC... nambah jam terbang juga kan~

    ReplyDelete
  6. Wah-wah. Lu ikutan organisasi sampe segitunya bro. Gue cuman bisa bilang salut sama jiwa organisasi lu. Udah kompak dan sangat menjiwai sepertinya.

    Bener kata bg Edotz. Mumpung masih semangat, lu garap semuanya bro. Terus bisa jadi MC. Kerenlah pokoknya. Apalgi lu bisa jadi Presiden. Jelas gue acungi jempol. :)

    Keknya ada yang bakalan masuk TV bentar lagi, udah blogger,pande MC. Keren2.

    ReplyDelete
  7. Cieeee anak BEM. Cieeee eksis. Cieeee selamat ya udah ikut acara yang bermanfaat. Iya tuh keren acaranya nggak pke mainan fisik. Emang seharusnya kayak gitu kok, tanpa siksaan fisik tapi emang berbobot acaranya.

    Aku penasaran, Kukuh itu ngapain sih sampe bikin malu-maluin dan ngacauin acara? Kok nggak diceritain?

    Eh games yang dari koran itu pernah aku mainin juga loh waktu di PSM (Paduan Suara Mahasiswa). Kita diksasih jatah koran sedikit tapi harus bisa menutupi semua badan. Anggapannya si koran itu dress kita buat tampil. Yang bener aja kan koran dikit bisa dipake sebadan-badan? Sadis tuh seniorku :(

    ReplyDelete
  8. Alhamdullilah ya kuh, di BEM gak ada cewek gendut PMS abadi, yang teriak-teriak terus suka menjatuhkan ide orang lain.
    semoga masuk BEM bisa memberikan manfaat bagimu dimasa depan, ciee mau berorganisasi.

    ReplyDelete
  9. Jangan keasyikan sama organisasi juga sih. Atas nama Kurniawan, gue harap semoga nanti kuliah lo nggak keteter. Tapi beneran elo keren bray. Ya kali, abis ini elo bisa ditawarin jadi penyiar radio dan dibayar maha. Ya, semoga.

    ReplyDelete
  10. Seru ya aku gak seaktif itu lho di kampus. Ohya, header blognya bagus. Salam kenal. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.