Outbond berkedok workshop


"Kelas kalian yang jumlahnya 72 orang ini presentasinya nggak ada yang bagus." Bu Nisa, dosen pengantar public relation mengomentari kualitas mahasiswanya di depan kelas, lalu melanjutkan komentarnya.
"Kita harus adakan workshop public speaking, kita datangkan public speaker proffesional buat ngelatih kalian. Bukan buat ibu, tapi untuk kalian juga, supaya presentasinya bagus. Ibu nggak mau kalau anak komunikasi saat lulus presentasinya jelek begini." Kami semua terdiam. Aku jadi teringat gimana failnya kelakuanku saat Leadership camp beberapa waktu lalu. Belum selesai disitu, Bu nisa kembali menambahkan

"Bahkan presentasi kalian lebih jelek kalau dibandingkan anak kelas B"

Beberapa minggu kemudian, workshop public speaking benar benar diadakan. Seluruh anak kelas Ilmu Komunikasi A 2014 akan mengikuti pelatihan public speaking, games dan juga outbond. Selain itu, ada hal yang benar benar menarik buat anak kelas, absen senilai 3 pertemuan. Jadi kalau nggak ikut acaranya, sudah dipastikan dia tidak bisa ikut ujian semester. Pemaksaan yang menarik.
--

Workshop diadakan di Rumah Ulin Arya, Desa Bayur. Jarak tempuh dari rumah ke desa bayur kurang lebih sama seperti perjalanan Syahrini ke Prancis. Hari ini aku berangkat bersama Niki yang rumahnya cuman 50 langkah dari rumahku. Aku sengaja ngajak dia bareng supaya punya teman ngobrol diperjalanan. Nggak asik aja kan kalau perjalanan sejauh itu ditempuh sendirian.

Kami berangkat pukul 6.05 menuju kampus, tempat anak kelas ngumpul. Jam segitu di Samarinda masih pagi banget. Jalanan masih sepi, udara masih sejuk bahkan bulan masih keliatan. Aku memang mau datang pagi supaya nggak ditinggal dan tersesat kayak ke kutai lama beberapa bulan yang lalu. Takut nggak jadi outbond dan absen 3 kali.

Begini tempatnya. Cocok untuk hunting foto dan pacaran (kalau punya)
Sampai di Rumah Ulin, suara dari teman teman terdengar lebih jernih dari biasanya, mungkin karena nggak ada gangguan kendaraan. Ada rasa sejuk saat aku menarik nafas, mungkin karena rindangnya pohon. Ada rasa melon ketika aku minum segelas air. Ternyata yang aku minum adalah air Jasjus rasa melon.

Kotak berwarna merah muda diberikan Nindy joget kepada anak sekelas, Di dalam kotak bertuliskan "Selamat menikmati" itu terdapat pastel, roti isi, kue sus dan air mineral untuk sarapan kami. Seharusnya masing masing diberi satu kotak. Tapi seperti biasa, ada aja kaum kaum mulut penghancur yang pengen dapat lebih. Panitia yang hampir semuanya dari kelas kami memiih untuk menyerahkan seluruh makanannya. Nggak ada yang mau membuat bentrokan di tempat ini.

Setelah sarapan, tepat pukul 8 pagi workshop dimulai. Di kelopok 1 menghadirkan Pak Widianto yang punya nama panggung Pak Ryan, seorang protokol pemerintah kota Samarinda.

Beliau benar benar mengajarkan gimana cara menjadi public speaker yang baik dan juga sharing tentang pengalamannya. Dari penyampaiannya, beliau tau banget kapan saatnya memberikan materi yang berisi dan kapan saat untuk becanda supaya peserta nggak tegang. Walaupun kadang, becandanya memang khas om om kebanyakan. Contohnya gini:
Mana yang lebih bikin darah tinggi, daging kambing atau tempe? 
Jawabannya adalah tempe, karena kita senang tiap hari dikasih makan gulai kambing, tapi kita marah kalau setiap hari dikasih makan tempe. Marah kan bikin darah tinggi. Ahak ahak ahak.
Sebagian besar dari kami hening. Pasti pak Ryan dapat joke ini dari Facebook.

Sampai jam 12 siang, kami break untuk istirahat, sholat dan makan siang. Workshop selesai sampai disini. Sebagai anak yang hits dan merasa gaul, kami menomor duakan makan siang dan memilih untuk foto bareng. Karena mendokumentasikan kegiatan kelas ini lebih penting, supaya di share di Path dan Instagram. Lapar dikit nggak masalah, yang penting gaul.

Yang makan cuman ini. Sisanya berkelana buat foto foto.
Anak kelas dibagi menjadi 7 kelompok. Aku yang saat pembagian kelompok sibuk mengibarkan slayer Britania Raya sambil teriak teriak "Amity, amity, kami dari faksi amity" dipaksa buat jadi ketua kelompok. Kemungkinan kenapa aku ditunjuk cuman ada 2, mereka senang dengan semangatku atau supaya aku diam biar nggak keliatan idiot. Tugasnya juga cukup gampang, aku cuman disuruh melindungi anggota kelompoknya dari bahaya yang mengancam.



Kami diasingkan ke rawa rawa. Aku yakin kalau anggota kelompokku nggak ada perasaan takut karena passion mereka di bidang fotografi diri sendiri (selfie) mengalahkan rasa takut. Muka yang nggak photogenic dan susah diselamatkan bukan suatu masalah, yang penting latar belakang bisa bikin iri anak kelas lain.

Kelompok dengan ketua yang nggak bertanggung jawab.

Kembali dari tempat pengasingan, aku yakin kalau sebentar lagi aku akan diangkat menjadi presiden. Karena yang aku tau, Soekarno pernah diasingkan ke Rengasdngklok sebelum menjadi presiden republik Indonesia yang pertama. Seluruh anggota kelompok matanya ditutup dengan slayer dan mereka harus mengikuti perintah dari ketua sebagai satu satunya orang dengan mata terbuka, Pengen rasanya aku ngerjain mereka dengan nyuruh tiarap, membungkuk dan meloncati lingkaran api. Tapi untungnya aku nggak tega.

Kelompok kami sebagai yang pertama tampil langsung dizalimi dengan menghalang halangi akses jalan menuju garis finish. Akhirnya kami berhasil melewati seluruh tantangan dengan waktu 3 menit. Sebagai ketua kelompok jelas aku menuntut keadilan ke panitia.

Singkat cerita sampai pembagian hadiah, usahaku nggak sia sia. Kelompokku keluar sebagai kelompok "Paling terzalimi". Disini aku nggak ngerti, apa ini prestasi yang harus dibanggakan atau kelompok yang perlu dikasihani.

Sebagai penutup acara hari ini, kami akan outbond di arena yang judulnya Bootcamp 713. 713 ini memiliki filosofi yang dalam. 7 yang biasanya identik dengan angka keberuntungan digabung dengan 13 yang biasanya dikatakan sebagai angka sial. Jadi untuk melewati rintangannya, kita harus seimbang. Mungkin gitu maksudnya.

Rintangannya bener bener ala militer, dari mulai bergelantungan, manjat pohon sampai makan besi. Ekstream banget. Albert Einstein pernah bilang, cara supaya nggak keliatan cupu didepan teman saat outbond adalah cari lawan tanding yang lebih cupu lagi dari kita. Itulah kenapa aku pilih Dery sebagai lawan bertanding. Yang aku tau, dia cuman olahraga setahun sekali.

Hasilnya ketebak, aku menang dengan cukup mudah. Aku berhasil kelihatan keren didepan teman teman yang kebanyakan meminum es teh gratisan dan pura pura mabuk whiski. Aneh memang.

Setelah melewati seluruh rangkaian acara kami berganti baju, dan bersiap untuk pulang. Bu Nisa sebagai dosen benar benar dibuat repot mengatur kelas kami yang punya perilaku menyimpang. Dari menyiapkan tempat sampai konsumsi semuanya diatur oleh Bu Nisa dan panitia lainnya. Dosen yang beneran peduli dengan mahasiswanya. Terimakasih, Bu, terima kasih teman teman Ilmu Komunikasi A 2014 dan terima kasih Pak Ryan. Joke "Mana yang lebih bikin darah tinggi, makan daging kambing atau makan tempe?"-mu akan selalu kami ingat sampai tua nanti.

*Kalau ibu baca post ini mudah mudahan nilai saya dapat A. Nomor absen saya 13, Bu.*

Comments

  1. Kayaknya kalo temen-temen gue yang denger joke Pak Ryan bakal hening dah, tapi nanti pasti ada satu orang yang ketawa garing, dan akhirnya suasana jadi canggung dah ._.

    Widih,Bu Nisa ini kayaknya dosen yang jadi favorit mahasiswanya nih, rajin dan sabar banget kayaknya ngadepin mahasiswanya :P

    Oh iya, kayaknya Tips Albert Einstein yang lu kasih tentang nyari kawan yang lebih cupu biar keliatan keren kayaknya perlu dicoba :D

    ReplyDelete
  2. Pak Ryan punya selera yang bagus keknya. :D "Tiba-tiba garing total."

    Kuh, ini acara emang outbond berkedok begitu, ya. Tapi seru bangetlah. Meskipun kesannya workshop kalo begini. Gue, mah seneng-seneng aja. Apalagi punya acara yang emang seru banget.

    Tapi satu hal yang buat gue heran. Kenapa orang-orang pada milih foto-foto ketimbang makan. Emang dengan makan bisa membuat kenyang. "Enggakkan..." Tapi entahlah. Gue juga bingung sama mereka.

    ReplyDelete
  3. Outbond berkedok workshop nih kayaknya penting banget deh buat aku, kalo presentasi mah bawaanya mesti nolak kalo udah dipaksa maju pasti keringat dingin sama gemetaran terus pas ngomong suaranya gak kedengaran sama audiens. Bawaan lahir kayaknya

    Jokenya pak Ryan yang nama asinya Widianto kayaknya krik-krik ya, yakin kalo ada mahasiswa yang gak tau kalo gule kambing itu penyebab darah tinggi.

    Bu Nila kayaknya dosen yang asyik ya, semoga Bu Nila baca posting blog ini dan baca tulisan paling kecil itu

    ReplyDelete
  4. keren ketua kelompok, ternyata anak komunikasi. Saya anak perpustakaan, eh nggak deng, anak ibu saya. Presentasi memang penting sekali, kita harus bisa memberikan presentasi yang baik dan memukau, memang kebanyakan mahasiswa biasanya presentasinya membosankan, tapi tergantung juga sih, saya lihat dikelas saya ada anak yang bisa membuat presentasi benar-benar hidup.

    Pak Ryan kocak sekali lawakannya, itu ketawanya dipaksa atau enggak ya? Kalau saya sih ketawa, atau mungkin tulisan ini yang lucu, entahlah. Keren pengalamannya seru dan menarik, sudah saya baca semuanya. Itu tulisan diakhir yang paling kecil, apaan tuh, wkwkw. Semoga ibu dosennya baik hati, saran saya sebaiknya tulisan yang kecil itu diperbesar :)

    ReplyDelete
  5. belum pernah nyoba hal kaya gini
    tpi setelah melihat jni rasa nya seru abis
    kalau dosen nya baca tulisan ini pasti dia seneng ni

    ReplyDelete
  6. gue bisa bayangin sih rintangan2 outbond yang berbau militer,
    tapi yang nggak bisa gue bayangin.. masa begitu sampe jadi presiden. mentang2 diasingkan -____-

    kasihan ya bu nisa, murid2 nya susah diatur.

    ReplyDelete
  7. Pak ryan kalau ikut stand up comedy terus dikomentarin sama pade indro, kayanya bukan kompor gas, tapi kompor tungku kali ya. hehehe

    tapi pak ryan nyampein materinya bagus tuh kayanya,diselipin dengen candaan, dari pada meteri serius terus kan jadi bete juga kita dengerinnya.

    outbond sama temen-temen sekelas kayanya rame juga ya, itu yang outbond cuma kelas lo aja ?

    ReplyDelete
  8. enak kali ya kalo abis dikomenin trus dikasih hadiah outbond. kalo kita mah abis dikomen, satu bulan setelah itu kata2nya masih tetep aja bergaung... ahak ahak ahak *kemudian garing *kemudian hening.

    ReplyDelete
  9. Walaupun lawakannya pak ryan alias widianto alias solikin si penjual bensin eceran *ehh garing, tapi seenggaknya dia masih punya selera humor. Tapi sayang, selera humornya ketuaan :D

    Presentasi emang susah ya. Gue aja presentasi di depan kelas suka nggak jelas. Kebanyakan becandanya daripada nyampein materi.

    Semoga bu Nia tetep tabah ya punya murid-murid yang susah diatur kayak kalian wkwk :D

    ReplyDelete
  10. Joke-nya Pak Ryan itu epik, tau. Kalian harus camkan itu dalam sanubari kalian yang paling dalam, wahai anak muda. Bahwa makan tempe itu bikin kita darah tinggi. Hahaha. Ha. Ha. Ha.

    ....

    Btw, saya dari faksi Erudite. Erudite! Erudite! :D

    ReplyDelete
  11. Jurusan pi ar yaaa asyiik banget dunk bisa jalin relasi yang bagus ke publik

    ReplyDelete
  12. Memang presentasi iut tak semudah merencanakannya.
    Beberapa kali presentasi ya gitu-gitu aja.

    Emang sulit untuk bikin dosen senang, hehehe.Tapi kayaknya acara ini asyik gitu, semuanya diurus sm dosen. hehe

    ReplyDelete
  13. eh itu jokes nya pak Riyan, cool abis.. sampe gue nggak mau ketawa...
    hargilah usahanya untuk membuat kalian ketawa Kuh.. kasian nanti dia darah tinggi.

    dosennya baik ya, ngeliat nilai mahasiswanya yang ancur2 dia iba dan akhirnya bikin workshop.. ;))
    gue mah dosennya masa bodo, mau jelek mau bagus.. terserah kita2 haha

    ReplyDelete
  14. eh bntar, kuh. emangnya pas trakhir gue main kesini lo udah kuliah yak? kok gue lupa sih. hahahha
    template bru juga yak, atau emang gue nya aja yg ga pernah kesini?

    itu bneran nma tmen lo, nidy joget? lah gaul amat namanya.
    gue juga sedih sih klo di posisi lo. ketika denger jokesnya pak ryan. antara mau ketawa tapi ga lucu, dan nggak ketawa tpi kasian pak ryan udah usaha dan melihat umurnya, shrusnya kita tanggepi dengan ketawa. gue juga pernah diposisi itu kok, kuh.

    kyakny lo di daulat jdi ketua, krena emang tmen'' lo nya aja ga mau jdi ketua, kuh. dan biar lo diem juga sih. yah, walupn gtu, ktika outbond lo ga kliatan lemah juga kan ya. klo ada ktua gue yg kliatan lemah pas outbond, bklan gue ketawa''in, kuh. haha

    ReplyDelete
  15. Enak banget yang udah jalan dari jam segitu yak, sejuk~
    Bhahahak kelompok terzalimi terus bangga. Mana pake bawa-bawa peristiwa rengasdengklok. Jokesnya si pak dosen asli garing abis. XD

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.