Buku legendaris yang ditemukan lagi


Kamis, akhir tahun 2011.

Nggak jauh beda dengan anak SMP  yang sebentar lagi ujian nasional, kami menghabiskan pagi hari dengan belajar disekolah sampai pukul 1 siang. Setelah itu lanjut lagi bimbingan belajar dari pukul 3. Ada jeda 2 jam antara sekolah dan bimbel. Biasanya kami tetap disekolah untuk main bola di lapangan upacara atau ke warnet untuk main Point Blank.

Kebetulan hari ini aku bersama Wawal sudah janjian dengan salah satu pengurus dari United Indonesia regional Samarinda. Daripada kami berdua nggak dioperi bola seperti biasanya, mendingan travelling antar kecamatan. Angkot adalah satu satunya transportasi paling mudah dan aman bagi remaja tanggung berumur 14 tahun. Saat itu kami masih belum siap jadi artis YouTube kalau ada crew NET. TV yang lagi tapping acara 86.

Setelah mengisi formulir pendaftaran anggota baru, kami berjalan kaki ke arah barat untuk sampai ke perpustakaan daerah Kalimantan Timur. Tentu sebagai backpacker antar kecamatan kami lebih memilih jalan kaki dibawah terik matahari daripada harus mengeluarkan uang Rp.2.000 buat satu kali naik angkot.


Bangunannya tinggi didominasi kaca tebal. Perpustakaan ini lebih besar daripada masjid yang ada di seberang jalan. Kami naik ke lantai 2 untuk mencari beberapa buku dengan judul yang terlihat menarik. Salah satunya berjudul "Buku kecil instruksi hidup". Tipis, kecil, ringan dan tulisannya singkat singkat. Dari sampulnya juga sudah banyak lipatan dan warna kertasnya sudah menguning tanda kalau buku ini pernah dipinjam ratusan orang.

Perlahan tapi pasti. Belasan halaman terlewati dan aku melupakan buku buku lain yang ditumpuk di atas meja. Buku ini bukan bukan tentang gimana jadi kaya raya dalam 3 bulan atau gimana cara punya kapal pesiar di usia 17 tahun. Justru aku nggak terlalu suka dengan buku motivasi. Buku ini menceritakan tentang saran yang nggak harus dipatuhi, tapi masuk akal untuk diterapkan. Ini beberapa quote-nya

"50. Gembirakanlah orang yang kau cintai dengan hadiah yang tak terduga."
"130. Jangan pernah menenggelamkan harapan seseorang; boleh jadi hanya itulah yang mereka miliki"
"163. Jangan bertindak saat kau sedang marah."
"236. Berilah perhatian kepada orang orang yang kau cintai"
"408. Susunlah daftar 20 hal yang ingin kau alami sebelum kau mati. Bawalah daftar itu di dompetmu dan sering seringlah lihat"

Merasa perlu baca sampai habis, buku itu kubawa ke meja peminjaman.

"Nggak bisa dek. Kalau mau pinjam harus ada kartu perpustakaan"
"Kalau mau pinjam sebentar nggak bisa ya mba? Nanti kami kembalikan kok." Aku mencoba untuk negosiasi.
"Iya tetap nggak bisa dek. Peraturannya memang begitu."
"Duh, mbanya cantik deh." Kata orang, semua cewek bisa luluh kalau dirayu, aku coba aja.
"Tetap nggak bisa dek"

Bukannya nggak mau bikin kartu perpustakaan, tapi untuk membuatnya harus mengeluarkan uang Rp.15.000 untuk satu tahun keanggotaan. Uang segitu bisa dipakai untuk makan ayam gepuk kantin Anggrek selama 2 hari. Akhirnya aku dan Wawal bersekongkol untuk menyembunyikan bukunya ke tempat yang kami anggap aman supaya suatu saat kalau diantara kami ada yang kesini lagi, sudah tau dimana lokasi bukunya. Licik memang.

---

4 tahun berlalu. Aku mengunjungi salah satu toko buku online ternama di Indonesia yang koleksinya lebih lengkap dibandingkan toko buku di Gramedia dan harganya juga jauh lebih murah daripada satu taun keanggotaan.



Dari buku itu aku belajar tentang cara melihat dunia. Buku yang terlalu spesial untuk dibaca anak SMP yang suka main Point Blank. Dizaman sekarang, mungkin saran dari buku itu sudah terkesan ketinggalan. Wajar sih, buku itu sudah terbit hampir 10 tahun yang lalu. Tapi saat aku baca lagi, sebagian besar masih terasa powerfull dan secara nggak sadar sudah kuterapkan dalam beberapa tahun kebelakang.

Nggak peduli dengan ongkos kirim yang lebh mahal dari bukunya sendiri, aku langsung klik tombol bergambar troli bertulisan "Masukkan ke keranjang belanja". Aku langsung chat Wawal untuk ngasih kabar tentang buku itum, kami beli banyak.


Aku membagikan buku ini kepada orang orang yang terpilih. Kalau kamu adalah salah satu yang dapat buku ini tanpa harus minta, itu artinya kamu memang penting buatku, tapi bukan berarti yang nggak dapat itu nggak penting. Mungkin lagi nggak hoki aja. Buat yang pengen baca juga, kamu bisa kontak aku lewat email yang ada di sidebar blog ini.

Comments

  1. Iiih Kukuh sama Wal kok iseng bgt bukunya disembunyiin hahaha
    Udah gt pke acara ngrayu mb2 petugas perpus lg hmmmm

    Selamat y yg udah bsa baca buku itu dari Kukuh. Brrti kalian penting buat Kukuh

    ReplyDelete
  2. bukunya berisi quotes2 kah? sekilas baca keren deh....

    kocak lu bang sampe ngrayu mbak petugas perpus...wkwk

    ReplyDelete
  3. padahal cuma 15 ribu doang bikin kartu perpus, dan jadinya bisa minjem berbagai macam buku haha

    Untung ada yang jual online tuh, kalo gak mah gak bakal baca deh bukunya

    ReplyDelete
  4. Jadi setelah kunjungan itu belum pernah dateng lagi ke perpusnya? Kira-kira dicariin tuh gak bukunya ya? Coba deh ke perpusnya lagi kembali ke tempat yang waktu itu nyembunyiin bukunya, siapa tau mbak cantiknya masih ada (?)

    Wah, jadi penasaran siapa yang bakal ngedapetin buku itu..

    ReplyDelete
  5. sekilas lihat quotenya di buku
    keren dan masuk akal banget tu.

    kalau datang ke sana lagi. mbak perpustakaannya masih ada gk ya?

    btw, siapa aja tuh yang dapet tuh

    ReplyDelete
  6. Wah keliatannya menarik nih. Hal yg sama juga terjadi sama gua. Kemaren ini bongkar2 gudang dan nemuin buku tentang cinta yg jadi panduan gua selama masa ababil SMP-SMA dulu. Senaaaangnyaaaa....

    ReplyDelete
  7. Haahaha... Kenapa nggak jadi anggota aja. Kan bisa minjem semua buku yang ada diperpusnya.

    Bukunya keliatan menarik, tapi kalo diterapin di jaman sekarang pasti ada yang nggak sesuai..

    ReplyDelete
  8. Sedikit gue berfikir tentang logika uang 15rb yang bisa dibuat makan. Ya, mungkin itu ada benernya kuh. Semenjak jadi Mahasiswa, gue juga jadi ngerasa pilih2 mana yang penting. Apalagi kalo udah urusan makan, ini hal paling penting banget, soalnya gak semua bisa ngertiin kita kalo lagi laper. "Toss Kukuh"

    Eh, ternyata godaan itu gak berlaku buat mbak2 kuh, berlakunya buat cewek2 aja. Hhahaha

    Tapi, meskipun harus jahil nyembunyikan buku, pada akhirnya semua terbayar dengan lu beli bukunya. Kuh, kok gue gak dibagi, emailin isinya dong... :D

    ReplyDelete
  9. Bukunya di sembunyiin di tmpat yg gak ktauan biar pas balik lg mau dipinjem, pdhal udh 4 thn gak balik2 lg :') Kira2 mbak2 yg jaga prpus tau gak tuh ya bukunya diumpetin??

    Keren banget msh SMP bacanya buku bginian. Untung nemu lg tuh bukunya di situs beli buku online. Eh, btw aku baru tau bukabuku.com nanti klo mau beli buku dstu aja ah, kyaknya lebih gampang._.

    ReplyDelete
  10. Gue juga males kalo harus bikin kartu perpus, soalnya gak yakin bakal balik lagi. Hahaha

    Tapi gue juga suka kok baca buju-buku jadul, susunan katanya gak modern pake gue, elo. Soal buku itu, yg pengen baca kontak email? Lu mau bagiin bukunya kuh?? Mau dong.... Haha. ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  11. Kembaliin ke posisi awal kuh, ckck

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.