Tulisan yang kebetulan masuk koran


Tiga bulan liburan semester genap, nggak banyak yang berubah dari kampusku. Kecuali dinding cat yang diperbarui, teman teman yang mukanya jadi keliatan tua dan mahasiswa baru yang mukanya masih asing dan menyegarkan mata. Setelah PAMB selesai minggu lalu, kuliah kembali dimulai.

Mata kuliah kali ini adalah komunikasi massa di ruang 21. Walaupun nama ruangannya sama kayak nama bioskop, jangan harap kalau disini ada layar lebar, AC yang dingin, kursi merah empuk, popcorn tumpah atau anak bayi nangis. Di ruangan ini kamu cuman bisa ngeliat mahasiswa saling bertempelan lengan karena jarak antar kursi yang cukup rapat. Nggak papa.

Setelah bapak dosen memperkenalkan diri, menjelaskan peraturan yang harus kami patuhi dan memberikan pengantar tentang mata kuliah ini, beliau langsung memberikan tantangan kepada kami, mahasiswa mahasiswi bau keringat.

"Siapapun dikelas ini yang karya tulisnya lolos ke media massa selain dari iklan, beri tahu bapak dengan serahkan (kliping) korannya. Nanti bapak kasih nilai tambahan untuk mata kuliah ini"


Jiwa kompetitifku kembali terbakar dengan iming iming "Nilai tambahan". Selain buat dikasih ke dosen, tulisan yang masuk koran pasti bisa dipamerin ke sosial media. Besoknya aku menelepon kantor radaksi Kaltim Post untuk menanyakan gimana prosedur dan tulisan apa aja yang bisa dikirimkan ke harian pertama dan terbesar di Kalimantan Timur ini.

"Oh, iya mas. Bisa. Biasanya cerpen yang dikirimkan kesini. Cerpen itu terbitnya setiap hari Minggu, nanti kalau mau coba aja kirim email ke cerpen@kaltimpost.net"

Semua orang tau kalau menulis cerpen itu butuh imajinasi, pemilihan kata yang pas dan proses editing yang lama. Karena nggak mau repot, aku coba untuk tanya lagi ke masnya tentang tulisan yang bisa dikirimkan selain cerpen. Aku akhirnya dihubungkan ke redaksi XpResi. Buat yang belum tau, halaman ini memang fokus membahas seputar anak muda SMA sampai mahasiswa dengan gaya bahasa yang santai. Nggak banyak basa basi karena memang nggak ada pulsa, aku langsung tanya kemungkinan mengirim artikel ke XpResi.

"Oh, iya ada. Kirimkan aja tulisan kamu ke email saya."

"Eh, tapi nama email saya agak alay." Lalu mbanya ketawa,

"Kita tukaran id LINE aja ya." Mbanya ketawa lagi.

Lah, ini mbanya kenapa.

Telepon ditutup dan aku langsung search ID LINE yang sudah kucatat di notepad laptop. Hasilnya adalah seseorang dengan display name tulisan Korea. Aku langsung chat dan mbanya bilang kalau artikel kiriman pembaca biasanya cuman sebuah foto besar dan 2 paragraf dengan sudut pandang orang pertama, itu berarti cara penulisannya nggak jauh beda dengan apa yang biasanya kutulis di blog ini. Nggak berapa lama, mba display name bahasa Korea kirim pesan lagi.

"Kamu kemarin ada nonton DBL nggak? Aku lagi butuh tulisan tentang itu."

"Iya, ada mba. Tapi saya cuman jadi #TimHore aja sih. Soalnya saya nggak ngerti peraturannya. Hehehehe"

Aku curhat. Pasti mbanya juga nggak peduli.

"Kalau kamu bisa buat tulisannya nanti aku terbitkan."

Selama 5 tahun kebelakang aku memang selalu nonton DBL, sebuah event basket terbesar dan paling bergengsi antar SMA se Indonesia. Tahun ini juga aku nonton cuman gara gara pengen nonton Niki yang nggak tau gimana ceritanya bisa jadi head coach untuk tim putri SMA negeri 8 Samarinda. Sungguh alasan yang nggak keren kalau diberitakan di koran.

Malam itu juga aku langsung menulis sesuai apa yang aku liat saat pertandingan kemaren. Daripada ngebahas jalannya pertandingan yang aku sendiri nggak ngerti, mendingan ngabahas tentang supporter yang isinya kumpulan adek adek SMA yang menggemaskan. Nggak butuh waktu lama, besok siangnya aku kirim ke email dan cepat cepat chat kalau aku sudah kirim.

"Okee, udah aku check. Ini buat terbit hari minggu yaa"

---

Aku beli koran untuk baca tulisan yang kutulis sendiri. Aneh kan?
(klik foto untuk perbesar)
Tulisanku terbit. Gila, ini hoki banget. Ternyata masukkan tulisan di koran nggak sesulit yang dibayangkan. Walaupun cuman 2 paragraf, sebuah foto dan nggak memberikan terobosan baru bagi nusa dan bangsa, ini layak dipamerin di sosial media dan diberikan ke dosen komunikasi massa. Tantangan terselesaikan, Pak.

Comments

  1. Selamat ya ..
    semoga semakin produktif

    ReplyDelete
  2. Berawal dari tantangan Dosen lo jadi niat banget ya Kuh sampe nelpon2 redaksi surat kabar... emang orang kalo udah termotivasi apa aja bisa diladenin... :D

    Btw, kerenlah Kuh nama lo bisa muncul di surat kabar dengan bawa tulisan lo sendiri. Gue juga belum tentu bisa, semoga seterusnya lo bisa lebih rajin lagi nulis di surat kabar :D

    ReplyDelete
  3. Wah selamat ya, ga gampang lho supaya tulisan kita bisa masuk koran, suatu prestasi yg membanggakan nih wkwkwk. Semoga makin rajin juga nulis di blognya, jangan mau kalah sama tulisan sendiri yg udah masuk koran =)

    ReplyDelete
  4. keren, berawal dari niat dan tantangan dosen, akhirnya tulisannya bisa masuk koran. Pengalaman yang berkesan pastinya. Intinya, kalau ada niat dan usaha, semuanya pasti bisa dilakukan :)

    ReplyDelete
  5. Keren banget tulisan sampe masuk koran gitu, ngga biasa tuh. Apalagi perjuangannya nelpon2 gitu.. Keren.

    ReplyDelete
  6. Wah, hebat bang tulisannya bisa sampe terbit di koran (y)
    Selamat deh, semoga semakin kreatif bang :D

    ReplyDelete
  7. Apapun demi nilai tambahan langsung dikerjakan. Perjuangan yang sungguh hebat, btw gak sakit ngelihat display nama mbak-mbak itu pakai bahasa korea :v
    Selamat juga udah dapat nilai tambahan karena sebuah gambar dan 2 paragraf yang langsung dimasukin ada di koran.

    ReplyDelete
  8. hebat mas
    saya dari dulu pengen juga buat nulis ke koran sayangnya saya gk tahu cara buat masukin itu ke koran.

    tapi keren ya. mbaknya juga kayaknya enak juga di ajak ngobrol dan tanya-tanya soal nerbitin artikel

    ReplyDelete
  9. wuih.....kece deh bro,.... :D
    syelamat yak....makin kreatif dan produktif deh kedepannya....

    ReplyDelete
  10. Hal yang patut dipamerkan banget nih. Daripada pamerin foto-foto lagi nongkrong di tempay hits, mending pamerin sebuah karya kayak gini.

    Asik juga bisa langsung diterbitin gitu. Kalo ada tantangan dosenku yang kayak gini juga, boleh nih nanti ngontak ke tim redaksi di koran.

    ReplyDelete
  11. widih... gaul maksimal. buat kaum awam kayak gue, tulisan bisa dimasukin ke koran itu sesuatu yang prestasi banget.. benar-benar keren. mungkin kalau gue dapet tantangan buat nulis di koran, gue juga akan mengambil tema olahraga

    ReplyDelete
  12. Cieeeee selamat dulu dong Kuh, bisa masuk koran tulisannya dan eksis. Hahaha. Tapi itu kenapa singkat banget? Ah, aku belum pernah masuk koran, apalagi majalah. Belum jodoh kayaknya.

    Emang kepuasan dan kebanggaan tersendiri ya bagi penulis kalo tulisannya masuk ke media cetak dan bisa dinikmati sama orang lain. Ya terlepas dari biar eksis, masuk media cetak juga bikin orang bisa tau tulisan kita keren :D

    ReplyDelete
  13. Wow ... very interesting articles you well, I know your article from my friend, I was curious and then I open it turns out the article you have information that is helpful at all. I would recommend to all my friends
    Bandar Togel
    film semi

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.