Mendadak Balikpapan


"Gila, masa satu kamar kapasitas 2 orang harganya Rp.300.000"
"Mending kita nginap di masjid."

Sore itu kami pergi dari hotel pertama dan mulai mencari hotel termurah yang ada di Balikpapan. Setelah menepi untuk browsing dimana yang paling murah, kami menemukan hotel "Sinar lumayan" di jalan Ahmad Yani.

Dari loby kami bertiga diantar ke lantai 2 tempat kami menginap. Nggak ada lift seperti di hotel berbintang, nggak usah berharap banyak dengan satu kamar seharga Rp.65.000 per orang. Dengan harga segitu kami dijanjikan fasilitas makan pagi, kamar mandi di dalam, TV, colokan dan kipas angin. Mba resepsionis sebenarnya sudah memperingatkan kalau kamar yang kami tempati nantinya cuman  berkapasitas 2 orang, tapi karena pengen hemat kami paksa aja supaya muat bertiga. Aneh sih ngetiknya, 3 remaja cowok tidur barengan dalam satu ranjang. Tapi yaudah lah ya.




"Oh, aku tau kenapa nama hotelnya Sinar Lumayan. Ini lumayan sudah fasilitasnya, terus ada sinar. Makanya sinar lumayan" Wawal menunjuk lampu di langit langit kamar.

Perjalanan ini sebenarnya cukup mendadak karena sampai jam 2 siang, kami masih bersantai dirumah masing masing sementara untuk sampai Balikpapan harus menempuh waktu minimal 3 jam. Satu jam sebelum kami berangkat bahkan grup chat masih berisi hal hal yang harusnya sudah didiskusikan dari jauh jauh hari sebelum acara.

Kukuh Kurniawan: Naik apa fix-nya?"
Ahmad Zaky: Kalau bus memang kita aman untuk kesananya cuman kurang fleksibel kalau sudah di Balikpapan.
Kukuh Kurniawan: Yakin kah? Jauh ini.
Wahid Tawaqal: Yakin.
Ahmad Zaky: Oke, sip.
Ahmad Zaky: Aku belum bilang eh kita mau berangkat.
Kukuh Kurniawan: Sama, aku juga belum bilang.

---

Setelah Zaky keluar dari kamar mandi, kami langsung cari makan di kapok lombok resto yang Zaky bilang disini ada menu makanan paling enak se kota Balikpapan. Padahal dia orang Makassar, kami sih iya iya aja. Di rumah makan itu aku dan Wawal menghabiskan sekitar Rp.22.000 untuk satu porsi nasi goreng plus teh botol sosro sementara Zaky lebih dari Rp.50.000.

Atinya porsi makan Kukuh + Wawal < porsi makan Zaky

Selesai makan kami mengunjungi pantai melawai, Zaky dikasih tau temannya kalau bakalan ada pemandangan seru setiap malam minggu di tempat ini. Nggak salah, sepanjang jalan kami melihat orang orang menjejerkan motor sesuai dengan merk dan tipenya lalu mereka duduk tanpa berkata kata. Seru sih, masa iya tiap malam Minggu ada showroom motor sepanjang jalan. Sebenarnya mereka mereka ini mau ngapain?

Agak malam sedikit, kami melanjutkan perjalanan ke e-walk buat nonton TED 2 yang malam ini hari pemutaran pertama di Indonesia. Tubuh memang lelah setelah seharian di perjalanan, tapi lagi lagi kami paksa buat menonton midnight pukul 11.30 malam.

Gitu banget demi colokan, Zak.
Seperti yang kamu liat, jam 12 malam dia pakai celana jogging. Kulit beruang memang.

---

Jam 6 pagi, Zaky sudah siap dengan sepatu larinya. Dia membangunkan aku dan Wawal untuk ngajak car free day ke lapangan Merdeka. Padahal kami baru aja selesai nonton dan tiba di hotel jam 3 dini hari tadi. Katanya dia mau push limit lari dari hotel menuju lapangan merdeka. Padahal jaraknya sekitar 5 kilo. Orang gila.

Dia langsung meninggalkan kami yang buat buka mata aja masih butuh usaha lebih. 15 menit kemudian, aku baru turun ke lobi hotel. Sudah ada soto, kopi dan teh hangat untuk kami sarapan pagi. Aku dan Wawal makan yang rencananya langsung ke lapangan Merdeka tergoda untuk sarapan dulu. Zaky melewatkan sarapan ini dan pastinya kami nggak akan tanggung jawab kalau dia tiba tiba terkapar di tengah tengah trotoar.

Kayak begini car free day di Balikpapan.

Ternyata Balikpapan kota sporty! Ada jalan sport.
(abaikan mas mas yang nggak mau minggir)
Kebetulan depan hotel ada tugu adipura. Kotanya memang bersih!

---

Masih belum puas liburan, di jalan pulang kami berangkat ke canopy bridge yang katanya Wikipedia ini adalah jembatan canopy pertama di Indonesia dan kedua di Asia dan kedelapan di dunia. Ini dia beberapa foto fotonya.



Tips dari mas mas MLM, untuk dapat downline harus berdiri tegak
dan pose seolah olah kita sudah sukses.




Dari balikpapan ke jembatan ini sekitar 2 jam perjalanan. Dan setelah puas ambil ratusan foto di sana, kami pulang kembali ke Samarinda. Kembali ke rutinitas seperti biasa. Foto Wawal dan Zaky memang nggak banyak ditampilkan disini karena berpotensi merusak mata. Terima kasih.

Comments

  1. car free day disana udah kayak lapangan bola yang besar yaa :)
    enak nih liburan terus, ngerefreshengin otak yaa :D

    ReplyDelete
  2. lahh, pantes aja temen lu makannya 50 rebu, lah body tubuhnya aja gitu. beda sama kalian berdua. yang satu kekurangan gizi, yang satu kekurangan tinggi. hmmm oke ini agak sarkas sih, tapi kan peace love ang gaul kuh. Siip kuh lanjutkan.

    ReplyDelete
  3. hay kak, cek ig kita sist, haha. gak deng. asik bener punya temen yg mau diajak langsung fix jadi *iri*. emang rasanya hotel jarang murah, enak bobo di mesjid, nambah pahala :D mau ngopi-ngopi santai aja rasanya masih mahal juga huhu. jalan ke bpp, udah kemana aja kak? kapan-kapan ikut joing bole? haha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.