Jadi petugas badan pusat statistik


Aku nggak ngerti, konspirasi alam semacam apa yang membuatku mendadak jadi sibuk sampai kehabisan energi dan jarang ngeblog. Bahkan tulisan terakhir di blog ini adalah tentang menoton bioskop sendirian yang sudah dipublikasikan dari akhir Januari lalu. Mudah mudahan, nggak ada dari kamu yang menyangka setelah kejadian itu aku mendadak depresi dan nggak bisa melanjutkan hidup.

Sekarang aku sudah berada di semester 4. Tentunya bukan mau beralasan kalau kuliah membuat lebih sibuk. Kenyataannya aku tetap aja masih bisa santai dan menjalani hidup dengan normal. Tapi pura pura sibuk bulan lalu akan menjadi beneran sibuk di beberapa bulan kedepan.

Jadi awalnya, Dea mengirimkan chat ke grup kelas, katanya ada lowongan kerja sebagai petugas sensus ekonomi yang akan diselenggarakan badan pusat statistik secara nasional.

Abaikan kalimat dari orang yang bernama Dery.
(
Baca berita lengkapnya disini)
Menarik. Karena merasa butuh uang aku langsung chat Dea dan minta persyaratan yang lebih detail. Kapan lagi bisa kepo menanyakan berbagai macam pertanyaan ke banyak orang dan dibayar.

Tahun lalu BPS juga mengadakan sensus PBDT, aku ikut tapi sayangnya nggak lolos seleksi, mungkin jawaban jawaban di sesi wawancara waktu itu kurang meyakinkan. Jadi supaya lolos, tahun ini aku harus punya jawaban yang lebih oke. 

Saat mengisi formulir pendaftaran, dengan yakin aku memilih kecamatan Sungai Kunjang sebagai pilihan pertama karena itu adalah kecamatanku sendiri. Namanya juga nggak mau repot. Sistem seleksinya agak berbeda dengan sebelumnya. Kalau dulu seluruh peserta langsung diwawancara sekalian sesi tulis, sekarang  prosesnya jadi dua tahap. Pertama adalah tahap tertulis. Kalau lolos tahap 1 baru masuk ke seleksi wawancara.

Sistem ini memang ada untungnya, tapi ada ruginya juga. Keuntungannya peserta jadi nggak perlu lagi menunggu antrian wawancara berjam-jam, tapi ruginya seleksi pertama adalah sesi tertulis yang menurutku cukup  sulit akibat tulisan tanganku yang menyedihkan.

Aku selalu punya masalah dengan tulisan tangan sendiri, bahkan saking parahnya, aku nggak mungkin bisa menulis huruf a yang sama dan sejajar di kertas. Jadi kalau aku menulis huruf a, lalu menulis huruf a lagi, hasilnya berbeda. Waktu kecil aku kira ini adalah sebuah kemampuan spesial, tapi sekarang aku sadar kalau itu malah sesuatu yang aneh.

--

Secara ajaib, namaku ada di pengumuman seleksi tahap pertama, aku lolos dan akan lanjut ke sesi wawancara. Sampai sekarang aku juga masih nggak tau apakah ini keajaiban atau memang sainganku aja yang punya tulisan tangan yang lebih parah dan lebih nggak tertolong.

Nomor urutku dipanggil. Aku menuju ruangan wawancara dan meninggalkan ruang tunggu yang penuh dengan ibu ibu yang dari tadi sibuk membicarakan serial televisi favoritnya. Aku duduk di kursi yang didepannya ada papan bertulisan "Kecamatan sungai kunjang". Mba mbanya menanyakan nama lalu setelah kujawab dia mencari berkas dengan nama Kukuh Kurniawan Nugraha.

“Wah, ini tulisannya pas pasan. Kalau kayak begini bisa nggak terbaca di komputer mas.” Kata mba mbanya. Aku nggak kaget lagi, karena memang sudah sering.

Berbagai macam pertanyaan sukses kujawab dengan tenang dan dengan nada bicara yang meyakinkan. Walaupun nggak sehebat seorang juru bicara, tapi aku yakin seluruh jawabanku sudah cukup mengesankan. Aku nggak berbohong tapi aku mengakali jawaban yang sebenarnya biasa aja menjadi kelihatan keren, itu nggak papa.

Setelah sekitar 5 menit, aku tanda tangan yang dibawahnya ada keterangan untuk menulis nama jelas sebagai tanda telah mengikuti seleksi wawancara dan siap dengan konsekuensi jika benar benar diterima sebagai petugas.

“Nah, ini jelek lagi tulisannya.”

“Eh iya bu, ini mau cepat” aku hanya senyum buat menyembunyikan rasa malu. Padahal sebenarnya aku sedang menangis didalam senyuman.

Hari itu, seleksi tahap 2 selesai. Aku tinggal menunggu pengumuman dan berdoa supaya lolos seleksi.

--


Kukuh Kurniawan Nugraha – Petugas pencacah lapangan – Tim 4 – Karang asam ulu.

Itulah tulisan yang tercetak di papan pengumuman kantor BPS kota Samarinda. Aku lolos. Teman-teman sekelas yang minta tolong untuk ngeliatkan namanya juga kebanyakan lolos sesuai dengan kecamatannya masing masing. Kami memang sama sama nggak mau repot dalam memilih kecamatan tempat bertugas.

Bulan depan, aku tinggal tanda tangan kontrak perjanjian sebagai petugas BPS. Dari pengarahan minggu lalu sepertinya menjadi petugas BPS akan melelahkan dan cukup membuat sibuk yang sesungguhnya. Nggak papa, karena kelihatannya pekerjaan ini asik dan memberikan pengalaman baru. Nilai yang kami dapatkan ternyata jauh lebih banyak daripada yang kubayangkan. Senang.

Aku jadi ingat dengan quote tentang kesibukan dari dosen mata kuliah azaz-azaz manajemen di semester 1 lalu. Beliau bilang, semakin sibuk seseorang maka dia akan semakin berkembang. Jadi, lebih baik sibuk daripada nggak ngapa ngapain. Walaupun mungkin aja blog ini malah jadi korbannya.

Comments

  1. Wah selamat udah diterima di BPS. Jujur aja nih gue gak ngerti sama yang namanya dunia pekerjaan ataupun mencari pekerjaan. Jadi gue gak bisa kasih saran ataupun kritik untuk kedepannya buat kak kukuh bekerja di BPS.

    Doa gue semoga betah disana, dan jangan lupa kak buat jaga kesehatan. Quote terakhir memang benar kalau sibuk kita semakin berkembang. Tapi percuma kalau kesehatan gak dijaga. Jadi kak kukuh sesibuk apapun tetap jaga kesehatannya :D

    ReplyDelete
  2. Mungkin Dery pikir itu kerja bakti kali ya? hahahah pissss..
    Itu nanti kalau udah keterima kerjaannya ngapain? Maaf kan ke kepoan ku mas -_-
    Mungkin tulisan mu yang indah membawa berkah tersendiri jadi bisa keterima deh, selamat yaaa, semoga betah dan selamat bertugas *hormat*

    ReplyDelete
  3. Selamat ya! semoga kerjanya betah, dan pastinya gaji nya banyak. Amiin. Kalo boleh tau kerjaannya ngapain ya? Mohon dimaklumi saya masih SMA jadi belum tau dunia kerja wkwk.

    Oh ya ini kerja tetap atau magang? Soalnya kuliahnya kan masih smt 4.Wkwkwk

    ReplyDelete
  4. Asik banget gitu yah, kuliah sambil kerja. Bisa melatih diri jadi lebih mandiri. Elu mesti serius dalam ngejalani pekerjaan elo bro, karena ini bisa jadi pengalaman berharga buat masa depan nanti. Apalagi kerjaannya untuk melayani masyarakat seperti BPS ini.

    Saran gue sih, kuliahnya jangan sampai terbengkalai. Harus tau mana prioritas. Good luck yah dengan pekerjaan barunya :)

    ReplyDelete
  5. selamat ya..
    emang bagus buat nambah-nambahin pengalaman.. :)
    good luck..

    ReplyDelete
  6. Akhirnya keterima, selamat selamat.

    Anak samarinda yah?? Salam kenal, gue Balikpapan. Bisa kali kopdar kapan kapan biar kayak blogger kekinian. Wkwk

    ReplyDelete
  7. Whaaa selamat yaaa!!
    tapi ngomong-ngomong, itu kerjanya ngapain sih? Hehe
    Terus, emangnya gak ganggu kuliah lo?

    ReplyDelete
  8. Wah selamat ya, bisa lolos. Keren nih. Semoga sukses ya sensusnya... ^_^

    Tapi jangan langsung menghilang dari blog dong bang.. hehe
    Harus tetep ngeblog juga. Hehe

    ReplyDelete
  9. temen saya juga pernah tuh mas dapat kerjaan dr BPS jd pencacah.. capek katanya harus keliling2.. tp katanya lumayan dapat uangnya. hehe

    ReplyDelete
  10. Wah, masih semester 4 dan sudah kerja? Hebat! Gue dulu, semester 4, boro-boro kerja. Mau cari jam tidur aja susah. Semangat Kuh! Sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat!

    ReplyDelete
  11. semangat yah dan selamat udah lolos jadi petugas bps.
    pengalaman jadi petugas sensus (tanpa dibayar) pas jaman kuliah semester 4, tepatnya di kulon progo, jogja. capek sih, cuman dari ngadain sensus gini, kita bisa tahu secara real gimana sih keadaan masyarakat kita dan juga lebih mengenal mereka pastinya, biar silaturahminya enak. pokoknya nikmatin aja dan jadikan pengalaman buat modal kedepan :)

    ReplyDelete
  12. Sukses kuh. Semoga jadi petugas BPS yang sakinah, mawadah, dan warahmah ya.
    Jangan lupa tuh gaji pertamanya disumbangin biar berkah.. hehe
    semoga lancar ya kerjanya di lapangan.

    ReplyDelete
  13. Wah selamat ya, btw itu kerjanya kontrak atau gimana? Kalau sensusnya selesai sudah nggak kerja lagi di BPS dong?

    Tapi jadi petugas sensus kayaknya seru juga sih, bisa kepo tapi dibayar juga. Kesempatan kalo sensusin mantan mau nanya udah pacar apa belum.

    ReplyDelete
  14. Sebelumnya, congrats bang bro.. :3

    Wah lumayan nih buat nambah-nambah duit jajan. Dan gak hanya itu, juga bisa nambah pengalaman di lingkungan masyarakat. Mana tau kan nanti nyensus rumah, yang di dalemnya ada cewe cantik, bisa lah kenalan :p

    Tanyain sampe puas tuh bang pas nyensusnya

    ReplyDelete
  15. Semoga menjadi petugas yang baik dan perhatian dan nggak gampang baper.

    ReplyDelete
  16. yoi, lebih baik sibuk daripada diem doang. hahaha, selamat ya, pengincaran lowongan kerja secara dadakannya berhasil. lumayan, nambah ilmu giman arasanya jadi petugas sensus gitu-gitu :))

    ReplyDelete
  17. Lolos kuhhh. Mancabssss. Kalo aku balik. Dapat traktiran ya berarti. Wuenakkkkk

    ReplyDelete

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.