Posts

Showing posts from February, 2017

Mewawancarai Idola

Image
2 Februari. Ide untuk mewawancarai pemain bola sudah terlintas sejak pertama kali ditugaskan menjadi reporter halaman workout. Pemain-pemaindari PBFC menjadi target utamanya. Lebih spesifiknya, Ponaryo Astaman. Sepuluh tahun yang lalu adalah perkenalanku dengan dunia sepak bola, saat itu bertepatan dengan kompetisi AFC Cup 2007. Berbekal tabloid Soccer edisi khusus, aku mengenalnya sebagai pemain timnas Indonesia.

Pekan ini adalah saatnya. Sosial media resmi PBFC sudah rutin mengabarkan program latihan mereka sejak beberapa minggu lalu. Sementara beberapa minggu ke depan, tim berjuluk Pesut Etam itu akan berangkat ke Singapura untuk serangkaian uji coba pramusim. Redaktur sudah menyetujui ideku tentang "Rahasia menjaga kebugaran ala legenda sepak bola Indonesia."

Kembali ke Segiri

Image
Kamis, 2 Februari 2017

Datang ke sini seolah membawaku kembali ke masa-masa itu. Kepanasan, mendengarkan nyanyian Pusamania, dan bebas mengarahkan pandangan ke manapun tanpa mengikuti keinginan operator televisi. Waktu SMP dulu, aku bahkan sempat bolos bimbingan belajar persiapan ujian nasional hanya demi datang ke stadion Segiri untuk menyaksikan Persisam berlaga. Kartu tanda anggota Pusamania selalu kubawa di dompet demi harga tiket yang lebih murah.

Sore ini di stadion Segiri, berlangsunglah uji coba tim PBFC melawan PBFC II. Nonton tim yang sama saling berhadapan itu sama aja seperti melakukan laga exhibition di PS di mana Manchester United bertanding melawan Manchester United juga. Bedanya, di pertandingan ini nggak dua Wayne Rooney yang sama-sama bertarung di lapangan. 

Kemurnian Hati Dokter

Rabu, 1 Februari 2017. Hari ini kuliah semester enam resmi dimulai. Berdasarkan jadwal dari pengumuman akademik, kelasku masuk pukul delapan sampai 9.30 pagi. Jeda, kemudian mulai kembali pukul 11.
Di sela waktu jeda itu, aku memanfaatkannya dengan wawancara. Narasumberku kali ini adalah seorang dokter spesialis syaraf dari sebuah rumah sakit ternama di Samarinda.Dosen yang tidak hadir di mingu pertamanya membuatkudatang lebih cepat dari yang sudah dijanjikan.

Kira kira, Aku Bakalan jadi Legenda Apa Ya?

Pertanyaan itu terlempar saat aku menyimak program coaching clinic dari kantor. Seseorang yang berada tepat di samping kananku ini adalah dewan redaksi dari surat kabar ini. Dalam struktur organisasi, dewan redaksi itu posisinya di atas pemimpin redaksi, di atasnya redaktur, apalagi wartawan.

Beliau adalah legenda surat kabar ini. Fotonya dipajang dengan pose tersenyum di ruang rapat. Sebenarnya aku nggak tau detail apa saja pencapaian yang berhasil diraihnya. Tetapi, nggak banyak foto-foto yang berada di sampingnya. Seakan menegaskan betapa jarangnya seseorang mendapatkan status legenda di sini.