Kembali ke Segiri


Kamis, 2 Februari 2017

Datang ke sini seolah membawaku kembali ke masa-masa itu. Kepanasan, mendengarkan nyanyian Pusamania, dan bebas mengarahkan pandangan ke manapun tanpa mengikuti keinginan operator televisi. Waktu SMP dulu, aku bahkan sempat bolos bimbingan belajar persiapan ujian nasional hanya demi datang ke stadion Segiri untuk menyaksikan Persisam berlaga. Kartu tanda anggota Pusamania selalu kubawa di dompet demi harga tiket yang lebih murah.

Sore ini di stadion Segiri, berlangsunglah uji coba tim PBFC melawan PBFC II. Nonton tim yang sama saling berhadapan itu sama aja seperti melakukan laga exhibition di PS di mana Manchester United bertanding melawan Manchester United juga. Bedanya, di pertandingan ini nggak dua Wayne Rooney yang sama-sama bertarung di lapangan. 

"Ayo dah kita nonton, mumpung gratis," seru Nindi memberikan ajakan yang menggebu-gebu. Jadilah Aku, Onel, Haris dan Nindi berangkat bersama untuk menyaksikan pertandingannya.

Sudah lima tahun sejak aku terakhir kali ke sini, masih banyak yang belum berubah. Warna cat tribun penonton yang masih sama, yel-yel yang masih akrab di telinga, sampai pedagang asongan yang masih menjual tahu Sumedang dan telur puyuh, lengkap dengan Mizone keranjang lainnya. Perutku sebenarnya nggak lapar, tapi aku tetap membelinya supaya lebih merasakan sensasi yang sama seperti kala itu.



Zaman SMP dulu, tahu sumedang dan sambal petis selalu menjadi santapan wajib ketika jeda babak pertama. Bermodal uang 20.000, dua kresek tahu Sumedang beserta satu kantung telur puyuh sudah bisa dimiliki. Untuk air minum sudah dibawa dari rumah. Datang kembali ke tempat yang dulu memberikan pengalaman berharga selalu membuat perasaan campur aduk. 

Setelah pertandingan usai, puluhan anak remaja tanggung berlalu-lalang di depanku. Kebanyakan dari mereka berkulit hitam mengkilap akibat terbakar matahari. Sambil mengambil ancang-ancang, mereka bersiap untuk loncat pagar demi foto bersama pemain idola. Aku tersenyum kecil, dulu aku juga pernah berada di posisi mereka.

Comments

Post a Comment

Kalau sudah dibaca langsung kasih komentar ya. Biar blog ini keliatan banyak yang baca.