Posts

Showing posts from July, 2017

Malam Bontang – KKN Hari ke 29

Image
Suara mirip hujan lebat terdengar ketika kami melewati papan-papan kayu yang menjadi penopang cafe di atas laut. Rumah-rumah di sekitar Bontang Kuala pasti terbiasa dengan suara ini setiap hari. Jejeran kayu susah payah menopang motor yang rata-rata berbobot 100 kg.
Sejatinya kami merencanakan berangkat pukul tiga, tetapi baru terlaksana pukul lima. Untuk pertama kalinya seluruh mahasiswa KKN putra dan putri berlibur bersama-sama lengkap 14 orang. Sebelumnya anak laki-laki pernah berlibur ke pantai kenyamukan dan hutan mangrove, sementara anak perempuan memiliki agendanya tersendiri.
Motorku dan Wawal berada di urutan paling belakang, sengaja lambat-lambat biar suara angin nggak mengalahkan obrolan kami. Sore ini kami sedang berdiskusi tentang menulis. Selama KKN aku memang berniat menuliskan pengalamanku lewat blog supaya suatu saat nanti bisa kubaca ulang.  Dalam sebulan ini, aku berhasil mempublikasikan 20 tulisan, memecahkan rekor sebelumnya yang hanya berjumlah 8 tulisan pada bula…

Jumatan Terbasah – KKN Hari ke 28

Image
Jumat, 28 Juli 2017 Setelah merasa bahagia membuat lapangan, aku, Wawal dan Dery bergegas mandi sebelum sholat Jumat. Kami hompila hompimpa untuk menentukan siapa yang berhak menggunakan kamar mandi lebih dulu. Aku menjadi pemenangnya dan memilih kamar mandi sebelah kanan. Wawal dan Dery kemudian siun sebanyak tiga kali untuk merebutkan kamar mandi sebelah kiri, Wawal menang dengan skor 3-0.

Membuat Lapangan – KKN Hari ke 28

Image
Rabu, 26 Juli 2017 Di bawah pohon setelah menanam jagung,Pak Tarmidi bilang, 17 Agustus nanti adalah momen tepat untuk membangkitkan semangat olahraga di RT 12. Olahraga populer di sini adalah sepak takraw dan bola voli, tetapi sudah jarang dimainkan karena nggak punya lapangan. Pria yang baru dilantik sebagai ketua RT dua minggu lalu itu memiliki tekad, membangun sebuah lapangan takraw dan voli di dalam lingkungan RT-nya. Bahkan beliau akan memodali biaya pembelian jaring, bola dan peralatan pendukung lainnya.
“Hari Jumat nanti saya ajak semua warga buat gotong royong membangun lapangannya. Lahan sudah ada tinggal ditebas aja rumputnya.” Kata Pak Tarmidi semangat.
“Kalau kita mungkin nggak bisa lagi main-main begitu, sudah tua,” kata Pak Tarmidi sambil ketawa. Selang beberapa detik kemudian, dia menyambung. “Tapi kalau anak-anak kita nggak bisa main karena nggak punya lapangan, itu salah kita.”

Menanam Jagung – KKN Hari ke 25

Image
Selasa, 25 Juli 2017
Seluruh anak laki-laki bangun pukul tujuh tiga puluh. Semua berencana joging kecuali Aku, Wawal dan Dery. Saat halalbihalal di kantor camat kemarin kami bertemu Pak Tarmidi, ketua Kelompok Tani Gotong Royong.
“Kalau besok nggak sibuk, ayo ikut tanam jagung. Bantu sebentar, foto-foto lumayan buat laporan. Ketemunya di depan Pasar Pandan Raya,” katanya kemarin. Pak Tarmidi mengerti kalau selama KKN kami membutuhkan foto dokumentasi karena ketiga anaknya juga pernah menempuh bangku kuliah.
Sebenarnya pagi ini kami masih malas karena terlalu pagi, apalagi kemarin tidur tengah malam karena sibuk melanjutkan kompetisi PES. Mau pura-pura nggak bangun tapi kemarin sudah terlanjur mengiyakan ajakannya. Jadi dengan rasa malas kuambil almamater dan kupasang di badan. Aku hanya mencuci muka dan sikat gigi sebelum berangkat. Mandinya nanti aja, air di desa ini lebih dingin daripada air perkotaan kalau pagi hari. Lagian setelah menanam jagung kan pasti keringatan juga, lebih bai…

Kolak Nasi – KKN hari ke 24

Image
Senin, 24 Juli 2017
“Ayo makan makan,” kata Mardi kepada aku dan Dery yang masih berada di kamar. Kami keluar dari kamar lalu mengambil piring di dapur.
Aji, Rendy, dan Mardi sedang makan ketika kami datang. Wawal baru selesai melengkapi piringnya dengan nasi, ikan kerapu, tempe goreng tepung, oseng-oseng tahu dan sayur-sayuran. Diambilnya menu yang sama dengan Wawal karena memang menunya hanya itu saja.

Menurutku menu kali ini menggugah selera. Jadi kuambil nasi di panci dengan porsi yang bikin kenyang. Selama di sini, dalam urusan makan aku selalu melakukan penyesuaian. Biasanya kalau sesuai selera akan kuambil nasi dengan porsi sampai kenyang, tetapi kalau kurang cocok kuambil nasi yang membuatku tidak lapar sampai sesi makan berikutnya.

Berbagi Ayam – KKN Hari ke 23

Image
Minggu, 23 Juli 2017
Aku terbangun pukul sembilan pagi, lebih lama dibandingkan hari-hari biasa. Rasa nyenyak tidur tadi malam terjadi karena dua alasan. Pertama karena aku mendapat jatah tidur di ranjang, dan kedua karena hadirnya kipas angin di kamar. Sebuah kipas angin, yang belum meledak seperti Miyako di postinganku sebelumnya.
Jadi sejak kemarin siang sebuah kipas angin berwarna putih yang sudah menguning karena usia milik kamar perempuan dipinjamkan kepada kami. Mereka nggak memakainya, karena weekend kali ini menjadi giliran anak perempuan ke Samarinda untuk mengurus KRS.
Andin, salah satu murid rumah belajar yang rajin ke posko bilang kalau kami seluruh anak-anak KKN diajak ke kandang ayam. Tapi belakangan aku sadar kalau maksud Andin adalah makan ayam di rumah yang punya kandang ayam. Katanya, kami sudah ditunggu tetangga sebelah untuk berangkat bersama. Aku dan Wawal kemudian mandi dengan tempo sesingkat-singkatnya, bahkan melewatkan sesi buang air besar.

Kipas Angin Meledak – KKN Hari ke 20

Image
Rabu, 19 Juli 2017
Aku satu-satunya saksi yang melihat kipas angin meledak. Terjadinya saat aku mengambil celana panjang di lipatan baju, malam hari sebelum rumah belajar dimulai. Percikan api keluar dari kipas yang seharusnya mengeluarkan angin. Bau terbakar tercium setelahnya, baling-baling berhenti, segera kucabut aliran listrik dan keluar kamar.
“Eh, kipas angin kita meledak!” kataku panik. Bubuhannya seperti nggak heran, tetapi langsung ke kamar karena penasaran, mereka juga ingin menyaksikan tak berdayanya kipas andalan kami.

Memanen Jagung – KKN hari ke 19

Image
Rabu, 19 Juli 2017

Postingan kali ini hanya berupa galeri foto. Malam ini aku benar-benar lelah karena pagi memanen jagung di rumah Pak Hudori, sore bermain sepak bola kandang sapi dan malamnya melakukan pemetaan sosial di RT 5. Jadi, nikmati saja galeri foto KKN hari ke 19 ini.

Fitra – KKN Hari ke 12

Image
Rabu, 13 Juli 2017 Selama menjadi guru, salah satu anak yang menonjol adalah Fitra Maulana, murid kelas 1 SD yang lebih suka menyebut dirinya kelas 1A. Fitra cukup usil, suka teriak-teriak dan gemar mengganggu teman. Tetapi sebenarnya dia adalah anak yang ingin banyak tau, terutama hal-hal yang bisa membantunya bermain.
Dulu, pada saat rumah belajar pertama kali dibuka, Fitra adalah yang paling antusias ketika diajari bermain catur. Dari mulai cara menyusun sampai gerakan setiap bidak diperhatikannya benar. Sekarang, hampir setiap pagi saat kami baru selesai memasak dan pintu posko baru dibuka, dia langsung meminta catur dan bermain bersama teman sebayanya.

Pulang Sebentar – KKN Hari ke 13-17

Image
Kamis, 13 Juli 2017 Sekitar pukul 12 siang, aku bersama Wawal dan Dery sudah berada di Terminal Bontang. Bus yang tersedia untuk jurusan Samarinda saat itu bernama  Sapu Lidi, sebuah bus kecil berkapasitas 20 orang. Jarak antar kursi penumpang sangat sempit (bahkan hampir nggak ada), setidaknya membuat lutut menempel dengan kursi di depannya. Di bagian eksterior mobil terdapat ornamen naga yang sedang menjulurkan lidah dengan mata terbuka. Aku sendiri nggak tahu apa hubungan bus, naga dan sapu lidi. Mungkin supirnya juga, toh nggak semua hal kita perlu jawabannya.

Dede, anak asli Bontang yang sering menggunakan jasa bus antar kota bilang, belum afdal rasanya naik bus Bontang-Samarinda kalau belum naik Sapu Lidi. Kami yang baru pertama kali naik bus menjadi antusias dan langsung membeli tiket supaya menjadi penumpang bus yang mabrur. Aku memilih kursi paling depan karena di sanalah satu-satunya tempat yang memungkinkan kaki selonjoran seperti naik Garuda Indonesia.

RT Lintas Hutan – KKN hari ke 11

Image
Selasa, 11 Juli 2017
Seperti yang pernah kuceritakan sebelumnya, RT di Desa Teluk Pandan hanya berurutan sampai angka ke 8, sisanya harus dicari sendiri. Hari ini kami bertandang ke RT 11 yang sepertinya adalah wilayah paling menantang, letaknya di tengah hutan dan sedikit lagi sampai Bontang.
Kata Mba Ani, anak dari ketua RT 11 yang hari Senin lalu ketemu di kantor kepala desa bilang kalau sebaiknya lewat Kelurahan Guntung kota Bontang saja. Dede, anggota kelompok yang asli orang Bontang memimpin jalan dengan membonceng Ira. Dery sendirian, sementara aku bersama Wawal. Setelah sampai di kelurahan yang dimaksud, kami kembali menelepon Mba Ani untuk menanyakan petunjuk berikutnya.

Menjadi Guru yang Kita Inginkan – KKN Hari ke 10

Image
Senin, 10 Juli 2017
Ruang tamu cukup luas ini setiap malam selalu dipenuhi anak-anak desa dari umur yang belum cukup masuk TK sampai kelas 1 SMA. Sebagian dari mereka benar-benar ingin belajar, walaupun ada juga yang datang untuk berbuat onar kepada anak yang sedang belajar. Kami, mahasiswa KKN mengemban tanggung jawab sebagai guru dari anak-anak Desa Teluk Pandan.
Selain pemetaan sosial, program kerja lainnya adalah rumah belajar. Di sini, kami (khususnya aku dan Wawal) bisa menjadi guru seperti yang kami inginkan saat sekolah dulu. Pelajaran didesain dalam bentuk permainan supaya mereka rajin ke posko setiap hari. Karena nggak semua anak-anak suka belajar, tetapi semua suka bermain.

Hari Santai – KKN Hari ke 9

Image
Minggu, 9 Juli 2017
Aku bangun pukul setengah delapan. Lebih dari sembilan jam aku tidur sejak liburan kemarin. Walaupun aku masih kurang puas karena sering terbangun. Penyebabnya adalah Wawal yang tidur dengan gelisah, dia bergerak semaunya tanpa memikirkan perdamaian antar umat yang sedang tidur juga. Tubuhku masih terasa remuk, namun kucoba membuka laman portal mahasiswa untuk melihat nilai. Hari ini, kami ingin bersantai-santai saja.
Seperti biasa, setelah mandi dan makan, aku memulai hari dengan menulis kejadian kemarin. Kubuka laptop dan kutulis cerita di Microsoft Word berlisensi asli yang kubeli akhir tahun lalu menggunakan upah sebagai reporter di Kaltim Post. Setelahnya, aku lanjutkan novel Dilan 2 dan beberapa halaman majalah Marketeers yang kubeli pada H-1 keberangkatan ke Desa Teluk Pandan. Semuanya kulakukan di kamar sebesar 3x4 langkah kaki.

Liburan di Kenyamukan – KKN Hari ke 8

Image
Sabtu, 8 Juli 2017
Hari ini, aku nggak butuh Derawan, nggak butuh Raja Ampat. Aku hanya butuh bersyukur. Kalau dunia nggak berjalan sesuai rencana,mungkin saja momen seindah ini nggak datang dua kali. Mungkin saja hari-hari ke depan akan berat. Tapi setidaknya dengan liburan ini, aku merasakan semangat kerja sama dan merasakan bagusnya semesta.

---

Percakapan di Sebuah Warung – KKN hari ke 7

Image
Jum’at, 7 Juli 2017
Setelah jumatan, aku dan Wawal menjadi delegasi kelompok dua untuk mencari lokasi RT 11. Di Desa Teluk Pandan, pengurutan wilayah hanya sampai RT 8, lalu RT 9 dan seterusnya di acak, seperti teka-teki. Setelah satu pekan program kerja (proker) pemetaan sosial hanya RT 11 yang belum ditemukan. Katanya, tempatnya terpencil dan di dalam hutan.
Bensin motor sisa sedikit jadi kami pergi ke Pertamina yang terletak di RT 7, tapi ternyata pom bensinnya tutup dengan keterangan bensin habis. Selama tujuh hari di sini, pom bensin Desa Teluk Pandan memang nggak pernah buka. Mungkin karena truk pengantar bensinnya kehabisan bensin ketika menuju ke sini, atau mungkin pegawainya masih mudik. Persis di depan pom, terdapat warung kopi sedang buka lapak. “Pop Mie lagi bisa ini Wal!”
Tentu saja Wawal setuju, seperti ajakanku yang pertama. Kami langsung menyeberang jalan dan memesan satu bungkus mie Sedaap soto dan mie Sedaap bakso spesial, lengkap dengan telur rebusnya. Selanjutnya a…

Petani Terlucu – KKN Hari ke 5

Image
Rabu, 5 Juli 2017
Pak Tansi langsung memanjat pohon kelapanya sendiri setelah ditetapkan menjadi ketua RT untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Beliau mengambil sekitar 10 buah kelapa segar, kemudian mengupasnya menggunakan parang yang sudah menghitam. Awalnya, satu orang mau diberinya satu kelapa. Tetapi kami menolak secara halus karena perut pasti jadi kembung.


Wawal adalah orang pertama yang meminum airnya. Dia sudah meminum bahkan sebelum aku dan Dery turun ke halaman rumah Pak Tansi. Di sekitar tempat pemotongan kelapa terlihat tumpukan kayu bakar yang kemungkinan besar untuk persediaan memasak. “Foto aku, Kuh!” kata Wawal setengah teriak. “Landscape,” tambahnya. Tentu saja aku juga ingin difoto juga.

Mencari Pak RT – KKN Hari ke 4

Image
Selasa,  4 Juli 2017
Pagi-pagi, setelah memakan ikan bawis asam manis dan tepe goreng buatan kelompok Dery, kami menuju kantor kepala desa buat mengantar absensi KKN dan membicarakan kegiatan kita di sini. Katanya, kita diminta untuk menjadi panitia pemilihan RT, acara kemerdekaan 17 Agustus sekaligus ulang tahun Desa Teluk Pandan.

Setelahnya, program kerja pemetaan sosial dimulai. Jadi di program kerja ini kami mahasiswa KKN akan membuat demografi penduduk, rangking kekayaan dan kalender musim untuk menjadi data di kantor kepala desa. Kelompok kami dibagi menjadi tiga tim yang masing-masing berisi empat sampai lima orang dengan empat sampai enam RT satu kelompoknya. Dalam pemetaan sosial, aku satu kelompok bersama Wawal, Dery, Ira dan Dede.

Sepak Bola Kandang Sapi – KKN Hari ke 3

Image
Senin, 3 Juli 2017
Pintu posko sudah dibuka ba’da dzuhur. Empat anak-anak setinggi pinggang tiba-tiba datang masuk ke ruang tamu. Mereka hanya diam, memperhatikan serunya pertandingan lanjutan Liga PES, atau memerhatikan aku dan Wawal bermain catur. Beberapa kali kami yang nggak dapat giliran tanding mengajaknya bercerita, tetapi mereka hanya menjawab ketika ditanya nama dan kelas berapa. Kue-kue tawaran kami juga nggak di respons. Mungkin mereka masih malu-malu.
Kaus mereka adalah jersey sepak bola. Ada yang berseragam Manchester United dengan nama punggung Ibrahimovic, jersey Chelsea dengan nama Pedro, AC Milan bernama Kaka. Sepertinya mereka mencintai sepak bola, jadi Wawal berinisiatif mengajaknya bertanding. “Ada lapangan besar di belakang sana,” kata si Ibrahimovic.

Berkenalan – KKN Hari ke 2

Image
Minggu, 2 Juli 2017
Tumpeng dari ketan hitam serta dua sisir pisang besar diletakkan di lantai beralaskan tikar, bagian pucuknya terdapat telur rebus yang dikupas setengah. Tumpeng itu diletakkan sejajar dengan pejabat yang saling duduk bersebelahan. Puluhan bapak-bapak saling berhadapan di masjid kayu untuk membicarakan sesuatu. Kata bapak kepala adat, ini adalah bangunan masjid pertama di Desa Teluk Pandan.

Bukan Rumah Reyot – KKN Hari ke 1

Image
Sabtu, 1 Juli 2017
Bangunan kecil terbuat dari kayu, pelindungnya terbuat dari seng yang kalau terik bakal membuat tubuh seperti terpanggang. Belum lagi pintu rumah yang kuncinya terbuat dari potongan kayu ditempel menggunakan sebuah paku berkarat. Satu kamar berisi perempuan berjumlah tujuh orang, sementara tujuh orang laki-laki tidur di luar, bermain catur atau kartu remi karena tak punya jaringan.
Itulah perkiraanku pukul delapan pagi, aku sadar kalau semalam adalah malam terakhirku bisa tidur di kamar sendiri, selanjutnya aku akan tinggal di desa yang namanya baru kudengar kira-kira tiga bulan lalu. Kaus, celana jeans, kemeja dan beberapa celana pendek sudah dikumpulkan menjadi satu. Berbekal tutorialdari YouTube, aku mulai mengemas barang bawaan di sebuah koper milik nenek. Nggak muat bukan masalah, semua bisa asal dipaksa.