Memanen Jagung – KKN hari ke 19

Rabu, 19 Juli 2017

Postingan kali ini hanya berupa galeri foto. Malam ini aku benar-benar lelah karena pagi memanen jagung di rumah Pak Hudori, sore bermain sepak bola kandang sapi dan malamnya melakukan pemetaan sosial di RT 5. Jadi, nikmati saja galeri foto KKN hari ke 19 ini.

Setelah memanen. Jagung yang berasal dari bibit BISI-18 ini rencananya akan dibuat untuk pakan ayam, bukan buat jagung rebus tahun baru, pop corn atau jagung Turbo.

Kami berangkat pagi-pagi sebelum terik matahari. Tadi malam di masjid, aku dan Dery sudah mengatur janji untuk ke rumah Pak Hudori pukul delapan pagi.


Kebun jagung milik Pak Hudori berada di RT 2, tepatnya dua kilometer dari Gang Mawar. Motor hanya bisa berjalan satu kilo dari Gang Mawar, sisanya harus jalan kaki karena kemarin sore hujan.

Beginilah kira-kira jalan kaki di sawah.

Jembatannya kayak begini. Terbuat dari kayu-kayu yang disusun supaya manusia bisa lewat.
  
Sebelum dikupas. Banyak semut merah yang berjalan di kaki. Tapi mereka nggak menggigit, mungkin darah manusia kalah manis dibandingkan jagung.
Pak Hudori dan istrinya menyediakan gorengan dan air putih di botol Aqua. Seperti tau kalau kami bekerja sebentar lalu capek dan minta pulang.
Setelah dikupas. Jagung akan dibiarkan untuk dijemur selama tiga hari. Setelahnya baru dicabut dan digiling supaya ayam ternak bisa makan.

Cabai di kebun Pak Hudori berjejer. Kata beliau hanya untuk konsumsi pribadi. Kami dipersilakan memetiknya dan membawa ke rumah. Kami membawa pulang satu kresek sedang.

Comments