Ladang Padi di Siang Ini – KKN Hari ke 31


Senin, 31 Agustus 2017

Hari ini kami berkunjung ke ladang padi milik Pak Burhan, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkah Bersama di RT 7. Dalam perjalanan kali ini, kami seluruh anak-anak KKN memiliki tujuan untuk melakukan wawancara seputar pertanian. Sebenarnya dari 14 orang yang hadir, hanya Putri, Risa dan Ira aja yang wawancara, sisanya cuman ikut-ikutan. Berikut adalah galeri foto perjalanan kami ke ladang padi.

Kami harus meninggalkan motor dan berjalan kaki agar sampai ke ladang. Sebelumnya kami sudah menyusuri jalan kecil yang ditutupi ranting-ranting pohon yang sudah kering. Dalam perjalanan, setiap beberapa meter kami selalu mendengar ranting pohon patah karena terlindas ban motor.


Selain bisa dipakai di badan, almamater juga bisa jadi payung kalau dalam kondisi darurat. Padahal kalau di rumah almamaterku hanya tergantung rapi sampai bau lemari.


Kami harus meninggalkan motor dan berjalan kaki agar sampai ke ladang. Sebelumnya kami sudah menyusuri jalan kecil yang ditutupi ranting-ranting pohon yang sudah kering. Dalam perjalanan, setiap beberapa meter kami selalu mendengar ranting pohon patah karena terlindas ban motor.


Saluran irigasi yang kering karena cuaca di Desa Teluk Pandan belakangan lebih sering panas.


Presiden juga harus menunduk kalau mau melintasi ladang padi.


hehehehe


Sampai di rumah Pak Burhan, kami berdiskusi di bawah kolong rumah yang setinggi Wawal. Sepoi-sepoi anginnya begitu sejuk, membuat kami mengantuk. Satu-satunya yang bisa mengalahkan segar udara di sini hanyalah pantai dan pegunungan. Rasanya begitu damai berada di sini.


Rendi berfoto di mesin penggiling padi yang disebutnya sebagai tank.


Kami-kami yang nggak berkontribusi dalam proses wawancara. Dari kiri: Rendy, Dery, aku, Mardi dan Aji.


Di perbatasan antara sawah dan saluran irigasi, Wawal mengambil air di kali. Walaupun nggak kotor sama sekali, dia tetap mencuci kakinya. Katanya biar afdal aja cuci kaki di sawah. 


Sore hari, di posko, kami menikmati beberapa buah kelapa yang diberikan warga. Disikat habis dalam beberapa menit.

Comments