Hak Paten Peptalk


Semakin banyak informasi, semakin besar juga kemungkinan jadi beruntung. Mungkin begini cara dunia bekerja.

Dua hari lalu, aku membuka Telegram yang mungkin hanya seminggu sekali kusentuh. Hari itu aku beruntung, karena salah satu anggota dari grup TDA Samarinda mengabarkan kalau besok (hari ini), Klinik Bisnis KUKM memberikan fasilitas pendaftaran merek dan hak cipta. Gratis!

Pagi-pagi sebelum Jumatan, pengusaha dari berbagai UMKM sudah berkumpul. Hebat juga, padahal broadcast-nya baru kemarin. Pasti karena kalau ke sini hari ini, merek usaha jadi keren secara gratis. Kalau dilihat dari situs Badan Ekonomi Kreatif, harusnya kami semua membayar Rp 2 juta untuk masa aktif sepuluh tahun. Untung besar.

Setelah mengantre cukup panjang bersama ibu-ibu, aku baru bisa pulang pukul setengah lima sore. Menunggu berjam-jam terbayar begitu melihat nama Kukuh Kurniawan Nugraga telah diajukan sebagai pemegang merek Peptalk. Sungguh karena keberuntungan. Kalau kemarin nggak buka Telegram atau nggak pernah join grup TDA Samarinda, mungkin aku nggak pernah tahu info ini.

Kata petugasnya, butuh waktu setidaknya dua tahun sampai akhirnya sertifikat paten diterima. Tetapi dalam hitungan bulan nomor patennya sudah keluar di situs dgip.go.id. Kalau sudah begitu, artinya Peptalk sudah terlindungi oleh kementerian hukum dan ham. Sudah kayak perusahaan asli. Mantap sekali!

Komentar