Tulisan ragu-ragu


Halo blog ini dan orang-orang yang entah dari mana bisa membaca tulisan ini.
Beberapa hari yang lalu aku baru mengeluarkan uang sekitar Rp 400 ribu untuk memperpanjang domain ini, jadi cukup disayangkan kalau akhirnya tidak dioptimalkan.
Rasanya agak sungkan untuk menulis lagi di blog. Kebanyakan tulisanku mengendap di Microsoft Office OneNote dan diberi password supaya ceritanya tak bisa diakses siapapun (yang tak sengaja terhapus saat mengosongkan dokumen di OneDrive, sampahh!).
Ingin rasanya untuk terus basa-basi. Tapi rasanya percuma juga karena cepat atau lambat pasti ketahuan. Oke, jadi begini..
Sekitar dua minggu ini, aku baru saja kehilangan salah satu tempat cerita terbaikku.
Hahaha.
Sedih juga.
Tidak perlu dijelaskan rinci soal itu, tapi ini adalah kabar kurang menyenangkan.
---
Dalam situasi kurang menyenangkan seperti ini, aku harus mengaktifkan metode pertahanan diri berlapis supaya tidak terjadi masalah psikis yang aneh-aneh. Semakin besar kekuatannya, semakin merepotkan juga meredamnya. Masalah kali ini kekuatannya cukup besar.
Yang jelas aku menghindari melemparkan masalahnya di Instagram stories dengan latar hitam dan tulisan putih. Karena tak semua perlu tahu dan peduli. Sementara itu blog ini “menyaring” pembacanya. Kalau tidak peduli, mana mungkin membaca ini.

Komentar