Postingan

Tumblr Diblokir

Bukan berita baru kalau Tumblr diblokir di Indonesia. Tapi sedikit informasi, alasannya karena Kominfo menemukan konten negatif di sana. Hebat juga pemerintah kita, aku aja baru tahu.
Menurutku, Tumblr hanya tempat bagi orang yang ingin bercerita tanpa ingin dikomentari. Biasanya, tulisan di sana dipublikasikan, penulisnya lega, lalu ditutup. Tidak dibagikan ke kanal sosial media lain. Kalau ada yang membaca, bukan hal yang lazim berkomentar di sana.
Saat ada berita diblokir (untuk kedua kalinya), aku merasa fine-fine saja. Toh masih banyak telinga lain yang siap mendengarkan. Tapi ternyata aku dan Tumblr seperti anak kelas 5 SD yang baru merasakan nikmatnya tidur siang kalau sedang demam. Hari ini, begitu ada yang mau diceritakan, baru merasa kehilangan.
Memang sih, sebenarnya aku bisa aja buka pakai VPN, tapi rasanya sudah nggak sedekat dulu lagi. Secara fungsional, blog juga lebih dari cukup untuk menggantikannya, tapi Tumblr punya posisinya sendiri.

Istirahat

Senin, 18 Juni 2018
Belakangan ada banyak momen yang terlalu lelah untuk ditulis. Beberapa minggu lalu aku mengubah strategi pemasaran Peptalk Memories dalam campaign mahasiswa KKN Unmul. Kurasa hasilnya begitu efektif, aku jadi lebih sibuk dari sebelumnya. Aku baru bisa pulang ke rumah satu jam sebelum buka puasa. Senang, walaupun bukan karena ada ribuan order, tapi akibat kecilnya kapasitas produksi.
Kadang, kalau cuaca tak mendukung aku harus berhati-hati membawa baju pesanan sambil agar tak basah karena banjir di kota Samarinda sering menggila. Walaupun sedikit ngeluh, tapi aku sadar bahwa semuanya patut disyukuri. Dari campaign ini aku belajar kalau bisnis bukan hanya sekadar pemasaran, ilmu yang selama ini kupelajari di kampus dan mendalaminya di internet. Tetapi bisnis juga soal manajemen, terutama manajemen produksi. Mungkin ada banyak lagi yang harus dipelajari yang aku belum tahu.
Beberapa hari ini tempo kerja sedang menurun. Kantor-kantor dan sebagainya libur serentak untuk me…

Hak Paten Peptalk

Semakin banyak informasi, semakin besar juga kemungkinan jadi beruntung. Mungkin begini cara dunia bekerja.
Dua hari lalu, aku membuka Telegram yang mungkin hanya seminggu sekali kusentuh. Hari itu aku beruntung, karena salah satu anggota dari grup TDA Samarinda mengabarkan kalau besok (hari ini), Klinik Bisnis KUKM memberikan fasilitas pendaftaran merek dan hak cipta. Gratis!
Pagi-pagi sebelum Jumatan, pengusaha dari berbagai UMKM sudah berkumpul. Hebat juga, padahal broadcast-nya baru kemarin. Pasti karena kalau ke sini hari ini, merek usaha jadi keren secara gratis. Kalau dilihat dari situs Badan Ekonomi Kreatif, harusnya kami semua membayar Rp 2 juta untuk masa aktif sepuluh tahun. Untung besar.
Setelah mengantre cukup panjang bersama ibu-ibu, aku baru bisa pulang pukul setengah lima sore. Menunggu berjam-jam terbayar begitu melihat nama Kukuh Kurniawan Nugraga telah diajukan sebagai pemegang merek Peptalk. Sungguh karena keberuntungan. Kalau kemarin nggak buka Telegram atau nggak p…

Pesanan Peptalk Memories Perdana

Hari ini menggembirakan, kemarin malam tiba-tiba salah satu perwakilan kelompok KKN menghubungiku lewat WhatsApp Peptalk dan bilang fix order untuk jaket berwarna marun. Sebuah angin segar di antara konveksi yang sedang banting-bantingan harga.
Sebenarnya selama ini aku mempromosikan baju KKN, tapi ternyata orderan pertama malah datang dari jaket. Desainnya sudah mereka sediakan. Jadi secara teknis aku nggak banyak kerja.
Bisa jadi, peluang ada di jaket. Mari maksimalkan.

Kembali Jadi Reporter

Selasa, 22 Mei 2018
Sudah empat bulan sejak terakhir kali aku mewawancarai narasumber, hari ini aku kembali melakukannya. Jadi aku tergabung dalam tim berisi enam orang untuk sebuah misi sosial. Tugasku hanya wawancara narasumber agar bercerita panjang soal permasalahan yang terjadi, cukup mudah karena nggak perlu repot menuliskannya dalam naskah berita seperti yang biasa aku lakukan saat menjadi wartawan tulis. Rencananya, hasil akhir akan dipublikasikan dalam sebuah video pendek.
Poject ini merupakan bentuk kontribusiku buat kota ini, siapa tahu bisa punya dampak. Kata salah seorang anggota tim, yang penting kita kerjakan aja dulu. Urusan berhasil atau tidak ya kehendak Allah. Jangan mau kalah telak.
Hari ini aku sudah wawancara dengan dua dari tiga narasumber, tugas lainnya sisa menambahkan data, videografer mencari tambahan footage pendukung untuk selanjutnya masuk ke tahap editing. Kalau semuanya lancar, video akan dipublikasikan pada pekan depan.
Doakan lancar dan semoga viral.