Postingan

Hati-hati dengan Seseorang yang Nothing to Lose

Judul itu memang nyata. Kita perlu hati-hati dengan seseorang yang bermain tanpa beban, tanpa banyak berpikir, tanpa takut apa-apa. Orang yang nothing to lose tidak takut apapun karena kalau menang untung, kalah tidak rugi. Siapa tahu keberuntungan datang.
Kabar baiknya, semua orang bisa menjadi nothing to lose. Tinggal memulai saja tanpa modal dan ekspektasi tinggi, dengan begitu tidak akan kehilangan banyak. Dalam usaha, aku pernah ada di posisi ini. Dalam memasarkan produk jersey bola custom, aku datang ke lapangan futsal dan menawarkan kepada setidaknya lima tim per hari. Setelah seminggu hasilnya memang tidak ada yang beli tapi aku tidak kehilangan apa-apa kecuali waktu, yang terbayar dengan pengalaman. Impas.
Kurasa mindset ini juga harus terus ada. Perasaan saat pertama kali ada yang beli rasanya senang bukan main. Mencoba lebih banyak dan menjadi gigih adalah satu-satunya modal yang semua orang bisa, tapi tidak semua menggunakannya. Sebagai orang yang bisa dibilang rata-raa, a…

Menjadi Santai

Ternyata menjadi santai nggak senikmat kedengarannya. Setelah bulan lalu Peptalk merekrut karyawan produksi, menyablon baju bukan lagi menjadi tanggung jawabku. Membuatku menjadi bingung mau apa lagi. Mulaikah aku dengan membuat agenda-agenda yang sebenarnya tidak berarti.
Berdasarkan statistik aplikasi kesehatan digital di handphone, dalam satu hari aku aktif bermain HP selama 4-6 jam. Rincian pemakaiannya sekitar 45 menit di WhatsApp, 1 jam di Instagram, 1 jam di Twitter dan 1 jam di Candy Crush Saga. Itu belum dihitung dengan video YouTube yang kutonton lewat browser laptop yang bisa jadi sekitar 2-4 jam sehari. Artinya, delapan dari 24 jamku setiap hari dihabiskan dengan kegiatan yang kurang penting.
Aku harus melakukan sesuatu. Biasanya ada saja kegiatan produktif yang ingin kulakukan tapi nggak jadi karena alasan sibuk. Sekarang setelah punya banyak waktu, ternyata tidak dikerjakan juga. Kita memang terlatih untuk pandai beralasan. Oleh karenanya, sebagai bentuk tanggung jawab, ak…

2018 Roundup: You Win Some, You Lose Some

Gambar
2018 diawali dengan tidak mudah. Januari adalah bulan terakhirku sebagai reporter di Kaltim Post. Aku mengundurkan diri karena pekerjaannya terasa tidak lagi menyenangkan (tapi saat bilang resign ternyata nggak perlu buat surat pengunduran diri karena kontrakku juga nggak diperpanjang, hahahah). Jadi, bulan kedua aku mulai sebuah bisnis bernama @peptalk.jersey. Modalnya hanya sotoy, desain mockup dan logo yang kupesan seharga Rp 150rb di usaha sepupu sendiri.

Karir Peptalk memiliki target sederhana: laba bersih meningkat 20% setiap tiga bulan (selanjutnya disebut kuartal). Di kuartal pertama, sambil mencari market aku bereksperimen membuka stan makanan di bazar BigMal. Bermodal patungan bersama Adeya, kami bekerja sama dengan stan pentol cireng di lantai bawah dekat parkiran motor, lalu menjualnya di lantai atas dekat parkiran mobil. Kami mendapat harga reseller dan menjualnya dua kali lipat. Asumsinya pengunjung yang membawa mobil punya level ekonomi lebih tinggi daripada pengunjung ya…

Minggu Produktif

Gambar
Hari ini adalah Minggu yang idealnya beristirahat dan mencari hiburan. Mungkin bermain Fifa, menonton YouTube atau film seharian. Semuanya bisa saja dilakukan karena hari ini kewajibanku kosong.
Tapi ternyata tidak, akhir pekan kali ini (lagi-lagi) produktif. Kurir ekspedisi mengantarkan barang pesananku pukul 12. Kali ini yang datang dua koli dengan berat total 50 kg. Ini adalah pertama kalinya aku memesan barang sebanyak ini. Pesanan berisi jersey yang sebagian sudah di booking pelanggan dalam promo harbolnas 2018.


Setelah kurir pulang, perasaanku lebih tertarik untuk unboxing daripada melanjutkan bermain sebagai Paul Pogba di Fifa. Setelah kubongkar (yang tentu saja berantakan), aku merapikannya sembari mendata jumlah barang dan ukuran. Siangku usai karena baru beres pukul 4 sore.
Sebagai imbalan, aku semacam menghadiahi diri dengan sepotong ayam KFC yang kupesan lewat Go-Food. Kebetulan akunku dapat promo gratis ongkos kirim sebesar Rp 5.000, ditambah potongan Go-Pay sebesar Rp 4.0…

Cermin

Kubersihkan cermin di kamarku malam ini setelah entah kapan. Baru aku sadar kalau sudah lama aku tidak melihat diri sendiri dengan secara lebih jernih. Mungkin karena terlalu sibuk untuk urusan lain, hingga tidak sempat meluangkan beberapa menit untuk merawatnya.
Kupikir cermin adalah alat berharga yang sering dilupakan. Setiap bangun sebelum memulai hari, saat kembali ke kamar untuk beristirahat setelah seharian beraktivitas di luar.
Bercermin hanya karena kebiasaan, menyisir rambut juga hanya dengan jari lalu pergi. Malam ini ada rasa nyaman setelah melihat diri secara high definition. Aku lupa bahwa fisik inilah yang dilihat orang setiap hari.
Desember tahun ini begitu sibuk. Minggu pertama mengurus seminar proposal, dilanjutkan minggu kedua dengan campaign hari belanja online nasional (harbolnas) dan minggu ketiga yang perlu membereskan pesanan harbolnas. Aku belum mengizinkan diriku untuk libur. Bahkan Sabtu Minggu tetap melakukan sesuatu yang berkaitan dengan bisnis.
Beginilah sed…